Pendana Menteri Australia Kembali Dikecam, Ada Apa?

Perdana Menteri Australia, Tonny Abbot. (Sumber: AP Photo)
 
CANBERA (kabarkota.com) – Penasihat Utama Perdana Menteri Australia, Warren Mundine, mengecam pernyataan Perdana Menteri Australia, Tonny Abbot, yang berencana menutup 150 perkampungan penduduk asli Australia, Aborigin. Menurut Warren, rencana Tonny Abbot bukan solusi untuk masalah kehidupan warga Australia.

Memang, penduduk Aborigin di Australia, merupakan penduduk asli yang sudah hidup setidaknya 40 ribu tahun dan sangat miskin dibandingkan dengan warga lain di negara tersebut. (Baca juga: Imbauan Pemerintah Australia Tak Berpengaruh Pada Wisatawan)

Baca Juga:  Usai "Black Monday", Saham di Asia Masih Berjatuhan

“Ini bukan seperti pensiun dan pindah untuk melakukan perubahan besar. Ini adalah perasaan keterikatan yang sudah ribuan tahun dengan tanah asal, keyakinan agama mereka dan inti identitas mereka,” kata Waaren kepada salah satu media di Australia, Rabu (11/3).

Sebelumnya, Selasa (10/3) kemarin, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott  memberikan pernyataan dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi setempat, Australian Broadcasting Corporation (ABC), terkait rencananya menutup 150 perkampungan penduduk asli atau Aborigin. Tony Abbot mengatakan, warga yang hidup di pedalaman, termasuk Aborigin, membuat kesulitan dalam menyubsidi bantuan dan tidak mendorong partisipasi penuh dari masyarakat Australia. (VOA)

Baca Juga:  Dasyatnya Letusan Gunung Calbuco