Pengurus Baru LKB HMI Yogya Diharapkan Kedepankan Idealisme

Salah seorang alumni HMI, Muhammad Idham Samawi saat menjadi keynote speech dalam Pelantikan Pengurus LKB HMI, di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Minggu (22/12/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Lembaga Kajian dan Bantuan hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LKB HMI) cabang Yogyakarta melantik kepengurusan baru untuk periode 2019-2020, di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Minggu (22/12/2019).

Terpilih sebagai Direktur LKB HMI yang baru, Syafiqurrohman yang menggantikan direktur sebelumnya, Dio Ramadhan.

Afrizal selaku perwakilan kepengurusan LKB HMI periode 2017 – 2019 berpesan agar dalam kepemimpinan baru selama setahun ke depan, lembaga ini tetap berperan langsung dalam mengadvokasi permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat, utamanya melalui jalur non-litigasi.

Mengingat, kata Rizal, kehadiran LKB HMI ini merupakan sebuah reaksi dari dinamika sosial masyarakat yang secara langsung berkaitan dengan konflik-konflik, dan permasalahan hukum.

Baca Juga:  Sekjen PB HMI Ditangkap, HMI Yogyakarta Siap Lakukan Ini

“Sebagai aktualisasi riil, tujuan dari HMI adalah mengabdi kepada masyarakat. Maka kehadiran LKB sejalan dengan HMI,” anggap Rizal

Pihaknya juga mengingatkan, di LKB, para pengurus berperan sebagai akademisi, sekaligus praktisi.

“Di LKB, kami belajar tentang keilmuan, khususnya displin ilmu hukum. Di LKB, kami juga mengaktualisasikan ilmu hukum itu di kehidupan riil masyarakat,” imbuhnya.

Penasehat LKB HMI Yogyakarta, Sobirin berharap agar para pengurus juga dapat berjuang di ranah litigasi. Pasalnya, selama ini masih banyak masyarakat kelas bawah yang berhadapan dengan kasus hukum, namun termarginalkan karena ketidakmampuan mereka membayar pengacara.

Sobirin juga berharap agar pengurus LKB HMI mengedepankan idealisme sebagai pengacara yang tak sekedar berorientasi pada uang, melainkan semangat melayani.

Baca Juga:  HMI Sleman Sesalkan Aksi Kekerasan oleh Oknum Aparat Kepolisian terhadap Demonstran HMI di Bengkulu

“Profesional itu ujungnya uang, tapi idealismenya juga perlu dikedepankan. Apalagi koridor bergerakan HMI di level idealisme,” tegasnya.

Sebagai kader, lanjut Sobirin, lembaga ini harus dihidupkann melalui kajian-kajian serta melatih diri untuk menulis. Sebab, di era teknologi informasi seperti sekarang, penyebaran hoaks kian masif.

Sementara alumni HMI, Muhammad Idham Samawi yang kini juga menjadi politisi berpesan agar para kader HMI dapat memegang teguh Pancasila sebagai ideologi, dan siap menjadi garda terdepan menghadapi pihak-pihak yang ingin mengubah ideologi bangsa tersebut.

Menanggapi beragam harapan tersebut, Syafiqurrohman sebagai direktur baru berkomitmen untuk menjadikan LKB HMi sebagai lebaga bantuan hukum yang membela rakyat kecil, baik melalui jalur litigasi maupun non litigasi, dengan berjejaring dengan para pengacara senior alumni HMI.

Baca Juga:  Warga Terban Yogya Kembali Mengadu ke Forpi, Ternyata Ini Masalahnya

“Harapan saya, lembaga ini selain menjadi LKB juga mengadvokasi semua isu hukum, sehingga LKB HMI ini menjadi laboratorium bagi para advokat muda,” jelas Syafiq.

Di samping itu, LKB HMI juga akan melakukan kajian-kajian terkait berbagai permasalahan krusial di Yogyakarta. Termasuk pengelolaan Dana Keistimewaan (Danais) sehingga dana tersebut bisa dialokasikan dengan lebih baik.

“Tidak hanya di elit tapi kaum alit atau wong cilik ini juga kecipratan dana itu,” harapnya. (Rep-03)