Penjelasan Pimpinan Proyek Pebangunan Kawasan Pedestrian Kotabaru Yogya

Site Manager Proyek Penataan Kawasan Kotabaru Yogyakarta, Beni Susanto (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Pembangunan kawasan pedestrian di wilayah Kotabaru, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta ditargetkan selesai pada 23 Desember 2018 mendatang.

Site Manager Proyek Penataan Kawasan Kotabaru Yogyakarta, Beni Susanto mengklaim, saat ini proses pembangunannya sudah mencapai sekitar 95%. Termasuk pemasangan guiding block untuk pejalan kaki para penyandang disabilitas.

“Dalam minggu-minggu ini kemungkinan selesai,” kata Beni kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya, proyek yang menelan anggaran Rp 9.25 Milyar ini telah dikerjakan sejak enam bulan terakhir, dengan melibatkan sekitar 60 tenaga kerja. Mulai dari pembangunan gorong-gorong, trotoar, pemasangan kursi dan lampu-lampu budaya, hingga guiding block.

Beni memperkirakan, trotoar yang membujur dari arah utara ke selatan, sepanjang 400 meter. Setiap hari, para pekerja mampu menyelesaikan setidaknya 60 meter per tim. Sementara ada dua tim sisi kiri dan kanan jalan yang menggarap pekerjaan tersebut.

Ditanya terkait dengan pembangunan guiding block untuk para penyandang disabilitas, Beni mengungkapkan, bahan yang dipasang terdiri dari dua jenis, yakni baja berbentuk panjang pipih, dan bulatan kecil-kecil yang dimaksudkan sebagai petunjuk arah dan berhenti.

Pihaknya juga menepis anggapan Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogyakarta yang menganggap guiding block yang dipasang memanjang tak cukup kuat, saat dilindas kendaraan.

“Kalau mudah patah, tidak. Tapi kalau ada yang ngerem mendadak di atas guiding block tersebut, kemungkinan besinya bisa ketarik,” ucap Beni.

Selain itu, Beni juga menanggapi tentang usulan perawatan infrastruktur pasca pembangunan selesai. “Kami juga akan melakukan pemantauan dan perawatan, antara 3 bulan – 1 tahun, setelah pembangunan ini selesai nantinya,” tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator Forpi Pakta Integritas Kota Yogyakarta, FX. Harry Cahya, saat melakukan pemantauan pembangunan kawasan pedestrian di Kotabaru, menyoroti pemasangan guiding block yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki difabel. (Baca Juga: Forpi Kota Yogya Soroti Pembangunan Guiding Block di Kawasan Pedestrian Kotabaru)

Dari hasil pantauan, guiding block yang dipasang dua macam, yakni berbentuk panjang dan bulat. Keduanya terbuat dari baja tahan karat. Menurut Harry, guiding block yang berbentuk panjang dengan dua paku penancap di bawahnya relatif mudah patah saat terlindas kendaraan, jika dibandingkan yang berbentuk bulat.

“Kalau yang bentuknya panjang itu tidak tahan lindas. Kenapa? pengalaman di kawasan Malioboro, guiding block panjang yang dipasang dan terkena roda gerobang, sekarang sudah banyak yang patah,” sebut Harry.

Selain itu, imbuh Harry, hal yang tak kalah penting untuk dilakukan selanjutnya adalah perawatan. Termasuk, kesadaran masyarakat para pengguna jalan dan trotoar.

“Jangan beranggapan bahwa sekali membangun infrastruktur selesai. Namun yang juga penting dan harus adalah bagaimana perawatannya,” tegas Harry. (Rep-02)