Penjelasan Sismantoro soal Penunjukkan Retno sebagai Manajer Baru PSS Sleman

Mantan Manager PSS Sleman, Sismantoro (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Penunjukkan Retno Sukmawati sebagai Manajer baru PSS Sleman menggantikan Sismantoro, berbuah tanya bagi sagian pihak yang mengatasnamakan supporter Elang Jawa (Elja) ini.

Minggu (6/1/2019) siang, puluhan orang yang mengatasnamakan supporter PSS mendatangi Sleman City Hall, untuk menemui CEO PSS, Soekeno yang tak lain juga pemilik dari pusat perbelanjaan tersebut.

Mereka menganggap, Retno yang tak lain adalah istri almarhum Supardjiono, salah seorang pendiri PSS itu dianggap belum cukup pengalaman untuk mengurusi klub Elja, apalagi jelang laga di Liga 1.

Namun mantan manajer PSS Sleman, Sismantoro berpendapat bahwa penunjukkan tersebut semestinya tak perlu dipermasalahkan. Mengingat, selama ini Retno memiliki loyalitas yang tinggi pada PSS.

Selain itu, Sis juga mengaku sengaja mengundurkan diri dari manajemen PSS karena ingin berfokus membantu untuk memenangkab putra sulungnya yang maju sebagai Calon anggota Legistatif (Caleg) pada Pemilu 2019 ini.

“Dalam rapat itu memang saya sampaika, saya mengundurkan diri, dan kebetulan mas Dewa (Dewanto) juga mengundurkan diri… Ini dari pribadi saya, dengan pertimbangan keluarga,” ungkap Sis saat ditemui wartawan di kantor Kelurahan Candibinangun, Pakem, Sleman, Senin (7/1/2019).

Terkait dengan kemampuan Retno sebagai yang diragukan, Kepala Desa Candibinangun ini justru meyakini, manajer baru PSS Sleman ini akan mampu menjalankan tugasnya secara profesional seperti harapan CEO PSS, Soekeno.

“Saya (dulu) juga belum pernah (menjadi manajer PSS). Kita tidak usah negatif thinking dulu. Kalau saya positif thinking,” tegas Sis.

Sebelumnya, CEO PT PSS Sleman, Soekeno berdalih bahwa penunjukkan Retno Sukmawati sebagai manajer baru, karena PSS membutuhkan orang yang lebih profesional dan luwes untuk mengurusi klub di tingkatan yang lebih tinggi.

Pihaknya menampik anggapan, Retno tak memiliki cukup pengalaman untuk mengurus PSS menuju Liga 1.

“Beliau nengikuti PSS itu sejak lama. Sebelum pak Pardji wafat, beliau sudah ikut dab mengerti dalamnya PSS,” jelas Keno, 6 Januari 2019.

Di kalangan supporter, imbuhnya, Retno juga sudah sangat dikenal, karena ia juga yang menjadi tempat mengadu dan berkeluhkesah dari para pendukung PSS.

“Makanya saya heran, ini (yang mempertanyakan) supporter yang mana?” tandasnya.(Rep-02)