Pensiunan PNS Diminta “Turun” ke Desa

Ketua Umum PWRI, Haryono Suyono (kanan) bersama Kepala PIAT UGM, Sutaryono (kiri). (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah purna tugas diminta untuk turut mengembangkan desa. Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Haryono Suyono, di sela-sela kunjungan ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, di Berbah, Sleman, Rabu (25/7/2018).

“Jadi kami menganjurkan mereka ke desa-desa karena sudah pensiun. Sekarang saatnya membantu masyarakat desa,” kata Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan era Orde Baru ini.

Baca Juga:  Top D'WE: Pupuk Organik Formula Baru, Inovasi Anggota Maporina Yogya

Menurutnya, dengan berbekal pengetahuan yang dimiliki, meskipun bukan berlatar-belakang Sarjana Pertanian, para pensiunan tetap bisa menjadi penggerak masyarakat di pedesaan. Misalnya, dengan mengajarkan bagaimana cara berkebun sayuran, yang mudah ditanam dan dipanen, seperti daun kelor, pohon kenikir, dan kemangi.

Namun tidak hanya bertani, para pensiunan juga bisa berkarya di bidang lain, seperti perdagangan dan pariwisata, atau apapun sesuai minat yang disukainya. Dengan begitu, mereka sekaligus bersedekah kepada warga desa yang kurang mampu.

Baca Juga:  Polemik Beras Premium PT IBU, Pakar Pertanian UGM Angkat Bicara

Kepala PIAT UGM, Sutaryono menambahkan bahwa selama ini desa memang masih identik dengan pertanian. Sementata, PIAT menjadi show window-nya UGM untuk bidang pertanian. Artinya, tempat ini terbuka bagi masyarakat untuk melihat hasil berbagai temuan UGM, di bidang pertanian.

“Ke depan, kemungkinan PIAT akan menjadi bagian tak terpisahkan dari PWRI untuk pengembangan pedesaan,” ucapnya kepada kabarkota.com.

Selain inovasi benih, lanjut Sutaryono, PIAT UGM juga telah menghasilkan temuan-temuan lain, berupa produk pupuk organik, dan layanan pasca panen yang ditujukan untuk membantu pemasaran produk mitra taninya. (sutriyati)