Penyebab Anak Menjadi Bodoh, Hindari 6 Makanan Ini

sumber : eatright

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Tingkat kecerdasan anak memang sangat dipengaruhi oleh gen bawaan dari kedua orang tuanya, namun jangan salah ada pula beberapa faktor lain yang ikut berkontribusi besar bagi kecerdasan anak tersebut.

Misalnya, faktor lingkungan tempat dia dibesarkan, dan makanan serta minuman.

Kandungan Nutrisi dalam makanan memang memiliki peran penting dalam siklus perkembangan otak anak, terlebih untuk anak yang baru berusia 0 sampai 3 tahun.

Sejumlah studi ahli menemukan bahwa 80 persen bagian otak manusia terbentuk dan berkembang di usia 3 tahun pertama kehidupannya. Oleh karena itu, orangtua harus berhati-hati saat memberikan makanan untuk anak.

Alasannya tidak lain karena ada beberapa makanan yang cukup berbahaya, juga dapat menggangu kecerdasan anak.

Baca Juga :

Nah ini dia 6 makanan berbahaya yang disiniyalir dapat membuat anak bodoh.

1. Soda dan minuman kemasan lainnya

Minuman dalam kemasan

Minum soda di siang hari memang menyegarkan, namu hati-hati selain merusak gigi dan menyebabkan obesitas, soda juga dapat mengandung gula yang dapat merusak otak anak.

Hal ini pernah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University Southern of California. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara soda dan kemampuan fungsi otak.

Dimana soda yang dikonsumsi anak-anak dapat mempengaruhi otak dalam mengingat dan memproses informasi saat dewasa.

Tak hanya soda ya.., hal ini juga berlaku untuk minuman kemasan lainnya seperti jus buah.

Orangtua harus tetap mewaspadai jus buah dalam kemasan, karena buah yang digunakan bukanlah buah asli melainkan pasta (perisa) dengan kadar gula yang tinggi.

2. Daging olahan

Daging memang salah satu sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh, namun hal itu hanya ditemukan di daging asli ya Moms. Bukan daging olahan.

Daging olahan seperti sosis dan nugget mengandung protein buatan, bahkan dalam proses pembuatannya tak jarang yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan campurannya.

Oleh karena itu, jika anak terlalu sering memakan daging olahan tersebut, mau tak mau bahan kimia tersebut akan menumpuk di dalam tubuh.

Akibatnya, sistem saraf tergangu dan anak sulit mengingat dan mengelola sesuatu.

Jadi sebaiknya hindari pemberian makanan olahan kepada anak, terlebih jika itu untuk bekal sehari-hari anak saat pergi ke sekolah.

3. Teh dan Kopi

Kopi

Teh dan kopi memiliki kandungan kafein yang dapat menyebabkan seseorang mengalami insomnia. Tak terkecuali jika dikonsumsi anak-anak.

Padahal bagi seorang anak, tidur merupakan sesuatu yang penting.

Dimana masa tumbuh kembangnya terjadi saat dia tidur.

Selain itu, kafein juga menyerap zat besi yang diperlukan untuk mengirim oksigen ke otak sehingga perkembangan otak anak akan terganggu.

Sebaiknya Moms jauhkan kedua jenis minuman ini untuk anak.

4. Permen dan makanan manis lainnya

Permen

Sudah menjadi rahasia umum jika permen memiliki dampak buruk bagi anak.

Selain dapat memiliki dampak buruk bagi kesehatan gigi anak, permen dan makanan manis lainnya dapat menyebabkan obesitas pada anak, jika dikonsumsi secara berlebihan.

Tak hanya itu, gula dalam permen dan makanan manis lainnya juga dapat merusak otak anak.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UCLA menyatakan bahwa kelebihan fruktosa dapat mempengaruhi kemampuan insulin untuk menggunakan gula dalam memproses pikiran dan perasaan.

Jika anak mengonsumsi gula secara berlebihan, insulin tidak akan bisa mengelola gula yang masuk dan kinerja otak pun akan menjadi lambat.

5. Makanan cepat saji

risiko depresi menjadi salah satu efek samping dari rutin konsumsi makanan cepat saji
makanan cepat saji

Anak-anak biasanya sangat menyukai fast food atau makanan cepat saji karena rasanya yang enak dan tampilannya menggoda.

Tapi seenak apapun makanan cepat saji tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Padahal saat masa pertumbuhan anak-anak sangat membutuhkan gizi yang cukup.

Bila dia sering makan makanan cepat saji maka kebutuhhan gizinya tak terpenuhi dan otaknya tak berkembang.

Oleh karena itu sebaiknya peran penting oarangtua untuk menhgindari makanan jenis ini.

Beberapa makanan cepat saji mengandung pengawet dan garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan lainnya.

Jika mengonsumsi makanan jenis ini secara rutin, akibatnya bisa fatal pada tubuh. Misalnya seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, hingga serangan jantung.

6. Makanan instan

Makanan instan

Makanan instan yang enak dan cepat dibuat memang sangat membantu dalam beberapa kesempatan.

Tak jarang orangtua pun memberikan anak makanan instan seperti mie atau makanan kaleng pada saat sedang sibuk atau malas memasak.

Namun makanan-makanan ini mengandung banyak pengawet. Karenanya dapat disimpan dalam waktu lama. Makanan-makanan ini pun tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Justru, makanan-makanan ini mengandung bahan kimia yang dapat menumpuk di dalam tubuh, dan mengakibatkan gejala demensia atau kemunduran fungsi otak pada anak.

Bagaimana Bunda jika kita sayang anak dan ingin memiliki anak yang cerdas juga pintar, maka harus menghindari makanan-makan di atas diberikan kepada anak. (Ar-01)