Peringati 30 Tahun Masehi Sri Sultan HB X Bertahta, Puluhan Manuscrip Keraton akan Dipamerkan

Jumpa pers peringatan 30 Tahun Masehi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X bertahta, di kompeks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pada Jumat (8/2/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar peringatan 30 Tahun Masehi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X bertahta. Berbagai kegiatan akan digelar mulai tanggal 5 Maret hingga 7 April 2019 mendatang.

Ketua panitia kegiatan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menyebutkan, diantara kegiatan yang akan digelar antara lain simposium internasional, call for paper, dan pameran manuscrip Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Kurang lebih ada 30 manuscrip yang akan kami pertunjukkan di acara pemeran itu,” kata GKR Bendara, dalam jumpa pers di kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, kegiatan mangayubya dengan rangkaian kegiatan ini baru pertama kalinya akan digelar. Terlebih, dengan memamerkan puluhan manuscrip asli milik keraton.

Sementara, ketua panitia simposium, GKR Hayu menyebutkan, simposium internasional yang akan dilaksanakan pada 5-6 Maret 2019 di Royal Ambarukmo Hotel, membahas tentang empat hal, yakni naskah dari sisi sejarah, naskah dari sisi filologi, naskah dari sisi performance, dan naskah dari sisi sosial-budaya.

“Sudah sejak setahun lalu, kami dari tepas tanda yekti merencanakan ingin melibatkan komunitas-komunitas di luar keraton, dengann membuat diskusi yang besar,” jelas Hayu.

Karenanya, bertepatan dengan peringatan 30 tahun jumenengan dalem Sri Sultan HB X ini, kegiatan simposium yang menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri akan digelar. Mengingat, sejak terjadinya “geger sepehi”, tinggal tiga naskah manuscrip yang ada di keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sementara selebihnya, berada di Belanda dan Inggris.

Sedangkan untuk call for paper, lanjut Hayu, terbuka bagi masyarakat umum yang nantinya akan diseleksi oleh pihak keraton sebagai karya yang terpilih. Pendaftaran secara online, dapat dilakukan melalui laman keratonjogja.id

Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Thomas Haryo Negoro selaku ketua panitia pameran menambahkan, selain manuscrip dalam bentuk fisik, beberapa naskah yang telah diserahkan British Library juga akan ditampilkan dalam bentuk digital, selama pameran berlangsung.

Pameran yang akan dipusatkan di bangsal pagelaran keraton ini juga terbuka untuk umum, mulai pukul 09.00 WIB. Pengunjung cukup membayar biaya administrasi untuk bisa masuk ke bangsal tersebut.

Lebih lanjut, Thomas juga menambahkan, peristiwa budaya yang akan digelar keraton tersebut, sepenuhnya dibiayai dari internal keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Rep-02)