Persiapan Siswa Sempat Terganggu Kampanye

SLEMAN (kabarkota.com) – Sejumlah kelompok kerja (pokja) di Sleman siap mendistribusikan soal ujian nasional (UN) untuk SMA dan SMK 2014. Hal tersebut berdasarkan pantauan kabarkota.com, Minggu (13/4).
 
Tim Pengamanan Soal UN SMA Pokja 3 Sleman, Endra Prastyana, mengaku telah mengamankan sedikitnya 1.094 soal. Siswa SMA dan MAN secara serentak akan mengikuti UN mulai 14 April besok.
 
Angka itu, kata Endra, sesuai dengan jumlah total siswa yang akan mengikuti ujian nasional, dari 12 SMA dan MAN di wilayahnya. Soal-soal terbagi atas 493 soal IPA, 549 soal IPS, dan 52 lembar untuk Agama.
 
Sekolah di Pokja 3 Sleman adalah SMA N 1 Sleman, SMA Dr. Wahidin, SMA Sulaiman, SMA N 2 Sleman, SMA N 1 Turi, SMA N 1 Mlati, SMA Muhammadiyah Mlati, SMA St. Mikael, SMA Muhammadiyah 1 Sleman, SMA Ma’arif Tempel, MAN III Yogyakarta, MAN Tempel, SMA N 1 Tempel, dan MA Taruna AQ. Untuk SMA Dr. Wahidin dan SMA Sulaiman mengikuti ujian di SMA N 1 Sleman, karena jumlah peserta kurang dari 20 siswa.

Baca Juga:  Kekerasan Pelajar Marak, Muhammadiyah: Negara tak boleh Abai

Endra juga mengklaim, tidak ada kendala berarti dalam penanganan masalah logistik UN. Selain mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian selama 24 jam, pelaksanaan UN 2014 dilaksanakan secara serentak, sehingga tidak ada penarikan soal seperti pada tahun sebelumnya.
 
“Logistik itu kami terima Sabtu (12/4), sekitar pukul 10.00,” tambahnya.
 
Menurut Sihono, Sekretaris Pokja 3 Sleman, jumlah peserta UN SMK 2014 di wilayahnya 1.343 siswa dari 12 SMK. Terbagi atas 485 laki-laki, dan 858 siswa perempuan. Untuk penyandang disabilitas tidak ada.
 
SMK di Pokja 3 Sleman adalah SMK N 1 Godean, SMK Muhammadiyah 2 Moyudan, SMK YPKK 1 Sleman, SMK 17 Seyegan, SMK Ma’arif 1 Sleman, SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, SMK Putra Samudra Yogyakarta, SMK N 2 Godean, SMK Islam Moyudan, SMK Muhammadiyah Gamping, SMK Muhammadiyah Seyegan (digabung di SMK YPKK 1 Sleman), dan SMK Muhammadiyah Minggir.
 
Secara umum, tambahnya, kesiapan siswa menghadapi UN cukup bagus. Selain mendapatkan tambahan jam pelajaran, juga telah mengikuti berbagai try out.
 
Selama masa kampanye terbuka beberapa waktu lalu, kata Sihono, siswa sempat terganggu dengan arak-arakan konvoi peserta kampanye yang sesekali melewati jalanan di sekitar sekolah.
 
“Harapannya, konvoi seperti itu tidak melalui daerah-daerah dekat sekolahan,” pintanya.

Baca Juga:  Di Balik (Industri) Hoaks yang Sulit Dilawan

Logistik UN 2014 ini akan diambil masing-masing sekolah pada Senin (14/2) pagi, sebelum UN dimulai untuk mengantisipasi kebocoran atau kecurangan.

Jika ada siswa yang tidak bisa mengikuti UN 2014 karena alasan tertentu, ujian susulan akan diselenggarakan 22 – 24 April 2014. (tya)

SUTRIYATI