Pertemuan Jokowi – Prabowo di mata Pengamat Politik Yogya

Ilustrasi (dok. istimewa)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pertemuan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang juga mantan rivalnya dalam Pilpres 2014 lalu, mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, termasuk para pengamat politik di Yogyakarta.

Pengamat politik UGM, Erwan Agus Purwanto beranggapan, pertemuan tersebut merupakan langkah positif dari kedua tokoh nasional yang paling disegani oleh masyarakat dan masing-masing pendukungnya. Sebab, hal itu menunjukkan bahwa dalam Negara demokrasi, kontestasi untuk menduduki posisi pimpinan puncak, perbedaan pendapat, dan persaingan politik itu hal biasa sehingga tidak harus diwarnai dengan permusuhan yang menjurus terjadinya konflik dan perpecahan bangsa.

Baca Juga:  Panitia Acara Jelaskan soal Kehadiran Tsamara Amany di UGM

“Pertemuan tersebut untuk memberi sinyal kepada seluruh komponen bangsa untuk bisa hidup dalam masyarakat demokratis yang memiliki perbedaan karena berbagai aspek sebagai suatu keniscayaan. Namun tidak harus diikuti dengan pemaksaan pendapat yang menjurus pada konflik dan perpecahan bangsa,” kata dekan Fisipol UGM ini, saat dihubungi kabarkota.com, Selasa (1/11/2016).

Terkait dengan adanya asumsi bahwa pertemuan kedua tokoh tersebut berkaitan dengan rencana aksi besar-besaran dari sejumlah elemen yang anti Ahok, pada 4 November mendatang, Erwan menduga sedikit banyak ada kaitannya. Mengingat, saat ini tengah terjadi kontestasi yang melibatkan tokoh-tokoh besar itu.

Baca Juga:  Mencari Jalan Lain Penyelesaian Sengketa UU ITE

Pengamat Politik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yanuardi juga menilai, pertemuan Jokowi – Prabowo di Bogor, pada Senin (31/10/2016) kemarin, menjadi contoh yang positif bagi demokrasi, karena Setelah berkompetisi mereka bertemu kembali tanpa menunjukan rasa permusuhan.

“Terkait dengan demo menolak pernyataan Ahok, pasti dibicarakan. Tapi tentunya kita tidak tahu apa yang sesungguhnya mereka bicarakan,” kata Yanuardi.

Sebab, menurutnya, rencana demonstrasi itu sudah mengarah kepada tuntutan pada aparatur negara dan pemerintahan Jokowi, sehingga bisa jadi salah satu pembicaraannya bagaimana agar aksi itu nantinya tidak mengganggu pemerintahan.

Baca Juga:  Jelang Pencoblosan, Akademisi DIY Ajak Masyarakat Kawal Pemilu

Sementara sebelumnya, Presiden kepada wartawan yang mengikuti kunjungannya ke kediaman Prabowo di Padepokkan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat menyatakan, pertemuannya selama dua jam membicarakan banyak hal. 

“Beliau (Prabowo) banyak memberikan masukan, dan pemerintah, kami sangat menghargai apa yang disampaikan pak Prabowo,” tegas Presiden seperti dilansir laman Setkab, Senin (31/10/2016). (Rep-03/Ed-03)