PM Islandia ‘Korban Terbesar’ Pertama Panama Papers

PM Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson (youtube.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Perdana Menteri (PM) Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson menjadi ‘korban terbesar’ pertama dalam kasus Panama Papers.Pasalnya, PM Gunnlaugsson mengundurkan diri, setelah namanya turut disebut dalam bocoran dokumen firma hukum Panama, Mossack Fonseca.

Dalam dokumen yang menggemparkan dunia itu, PM Gunnlaugsson dan istrinya disebut memiliki perusahaan offshore, Wintris, dan data ini tidak ia ungkapkan ketika menjadi anggota parlemen. Karenanya, Gunblaugsson dituduh menyembunyikan aset keluarga bernilai jutaan dolar.

Baca Juga:  5 Alumni UGM Diperkirakan jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT 610

Namun, ia mengaku bahwa saham miliknya di perusahaan telah ia jual ke istrinya dan menegaskan dirinya tak bersalah.

Hanya saja, ribuan orang berunjuk rasa di depan parlemen di ibu kota Reykjavik guna mendesak penjelasan dan pertanggungjawaban dirinya.

Sebelumnya, dilansir BBC Indonesia, pada Minggu (3/4/2016) lalu, lebih dari 11,5 juta juta dokumen hukum dan keuangan bocor ke Media.

Lebih dari 70 mantan penguasa dan pejabat yang masih aktif di berbagai negara tercantum di dokumen Mossack Fonseca, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan the Panama Papers.

Baca Juga:  Forpi Yogya Duga banyak Spanduk Ucapan Idul Fitri milik Parpol Dipasang tak Berizin

Mereka diduga punya hubungan dengan perusahaan-perusahaan ‘yang sengaja didirikan di kawasan yurisdiksi bebas pajak’. (Rep-03/Ed-03)