Presiden SBY Instruksikan Menteri Tak Ambil Kebijakan Strategis

JAKARTA (kabarkota.com) Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II tidak mengambil kebijakan strategis di sisa jabatannya. SBY juga meminta para menteri tidak mengganti pejabat yang memiliki posisi strategis sebelum dikonsultasikan ke presiden.
"Jika terpaksa akan melakukan penggantian pejabat-pejabat utama pemerintahan dan usaha negara, misalnya eselon I Kementerian dan Dirut-dirut BUMN, silakan, asal terlebih dahulu dilaporkan kepada saya," kata SBY dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (4/6).
Baca Juga:  Remaja Disabilitas Masih Memandang Tabu Soal Ini
SBY mengingatkan jajaran menteri bahwa saat ini merupakan masa transisi sehingga etika dan logika harus dikedepankan karena itu merupakan hak Presiden mendatang. 
“Pemerintah sekarang harus bertenggang rasa dengan pemerintahan mendatang,” tegasnya.
Meski demikian, Presiden SBY mengingatkan para menteri agar tetap fokus terhadap pemerintahan, karena ekonomi masih menghadapi tekanan sebagaimana juga dihadapi oleh negara lain.
Terkait Pemilu Presiden (Pilpres), Presiden menyebutkan, para menteri diizinkan mengambil cuti untuk pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil Presiden (Cawapres) manapun, yakni 1 (satu) hari kerja dan mengambil hari-hari libur.
Baca Juga:  KPR BTN Bersubsidi Wujudkan Kepemilikan Rumah Impian
Namun,jika para menteri ingin fokus dengan kegiatan sehingga tidak dapat melaksanakan tanggung jawab sebagai menteri, Presiden SBY mengingatkan para menteri, bahwa mereka dapat mengundurkan diri.
Presiden menekankan kembali bahwa fokusnya pada kemampuan menteri dalam menjalankan tugas di kementerian maka menteri dapat mengundurkan diri. Karena itu, Presiden berharap aturan ini dapat dijalankan hingga 9 Juli mendatang. 
“Saya tidak akan mempersulit hal ini,” tegas SBY (bay)
Baca Juga:  Jelang Pileg 2019 dan Potret Buram Koruptor di Lapas (tak) Sukamiskin