Pro Kontra Antar-advokat Kian Menguat

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Menjelang Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI di Jakarta terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat sebagai Pengganti Undang-Undang No 18 Tahun 2003, pro dan kontra di kalangan advokat di Yogyakarta kian menguat.

Forum Advokat Muda Peradi DIY dan DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum (Permahi) DIY, Senin (22/9) mendatangi wakil rakyat, untuk menyampaikan aspirasi penolakan mereka atas rencana pengesahan RUU tersebut, yang direncanakan 24 September mendatang.

Ketua DPC Peradi DIY, Irsyad Thamrin mengaku khawatir, jika UU Advokat yang baru itu disahkan justru akan mengintervensi advokat yang dituntut bekerja secara independen.

Baca Juga:  Tarif Tol Suramadu Turun

Ia menganggap, salah satu bentuk intervensi itu terkait usulan Presiden membentuk Dewan Advokat Nasional (DAN) yang justru bertentangan dengan prinsip indepedensi advokat.

"RUU ini juga berpotensi memunculkan konflik keorganisasian, karena membolehkan terbentukan organisasi-organisas¬i advokat lain, padahal seharusnya kami berada dalam satu payung organisasi," tegas mantan Direktur LBH Yogyakarta ini.

Selain itu, RUU Advokat ini juga cenderung tidak menguntungkan posisi para pengacara yang ada di negeri ini, karena hanya ditempatkan sebagai mitra aparat penegak hukum. Padahal, seharusnya sejajar.

Baca Juga:  Sepak@t Laporkan Tempo ke Menakertrans

Sebelumnya, 19 September lalu, Advokat Muda Yogyakarta (AMY), dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) DIY, juga sempat menyambangi anggota dewan provinsi, untuk mendukung pengesahan RUU Advokat menjadi UU secepatnya.

Ketua DPD KAI DIY, Layung Purnomo berpendapat bahwa dengan keberadaan UU Advokat yang baru nantinya, kemelut dunia advokat yang telah berlangsung selama kurang lebih 11 tahun akan berakhir.

"RUU Advokat memberi kami kebebasan untuk berserikat karena organisasinya boleh banyak tetapi ada regulasinya," kata dia saat jumpa pers, di kawasan jalan Timoho Yogyakarta, 19 September 2014.

Baca Juga:  KY Harapkan Surat Dewan Pers Dijadikan Pegangan Penyidik Polda Metro Jaya

Hal serupa juga disampaikan Komisioner Komunitas AMY, Taufiqurrahman yang mengungkapkan, kehadiran RUU Advokat justru akan memberikan kepastian hukum, baik baik para pengacara maupun pencari keadilan.

Chang Wendryanto selaku wakil dari DPRD DIY yang sempat menemui kedua belah pihak menegaskan, anggota dewan akan mengakomodir suara dari yang pro maupun yang kontra untuk disampaikan kepada DPR RI.

"Hari ini (22/9), kami akan mengirimkan surat tersebut ke DPR RI, kata mantan anggota DPRD kota Yogyakarta tersebut, di kantor DPRD DIY.

SUTRIYATI