PWNU Jatim Serukan Diplomasi, Dana, dan Doa untuk Palestina

SURABAYA (kabarkota.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyeru masyarakat untuk melihat krisis Gaza, Palestina dengan 3-D yakni diplomasi, dana, dan doa.
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menjelaskan, krisis Gaza itu bukan hanya problem teologis antara Islam-Yahudi atau problem politik antara Islam-Barat, tapi kompleks dengan problem utamanya kemanusiaan. Karena itu dia mengimbau masyarakat dan khususnya warga NU untuk tidak melihat krisis Gaza dari sudut politik atau teologis, karena hal itu justru akan semakin memperkeruh situasi.
"Kalau kita terjebak dalam perspektif teologis dan politis, maka kita akan terjebak dalam diskriminasi agama dan polemik anti Barat yang tidak akan menyelesaikan masalah, karena itu kita imbau masyarakat, khususnya nahdliyyin, melihat secara 3-D," katanya dikutip antaranews.
Baca Juga:  Dian Interfidei: Warga Indonesia Belum Bebas Berkeyakinan
Mutawakkil menegaskan, yang penting adalah diplomasi politik untuk secepatnya menghentikan serangan Israel karena krisis Gaza sudah memasuki hari keempat dengan sudah menelan korban 100 orang lebih sehingga bila dibiarkan akan semakin banyak korban berjatuhan.
"PWNU Jatim meminta PBNU untuk melakukan serangkaian langkah diplomasi, baik melalui koordinasi dengan pemerintah maupun melalui sinergi dengan mitra-mitra PBNU di luar negeri, khususnya negara-negara Timur Tengah," kata dia.
Baca Juga:  6 Bidang Ini Paling Rawan Terjadi Pungli
D berikutnya adalah dana untuk obat-obatan, makanan, dan perbaikan rumah warga Palestina yang rusak akibat serangan tidak berperikemanusiaan Israel.
Dia menambahkan, PBNU sudah membuka tiga rekening yakni BNI 0108575648, Bank Mandiri 1230004898977, dan BCA 6340161481 yang semuanya atas nama Lazisnu (Lembaga Amil Zakat, Infak, Shadaqah NU) dan hasilnya untuk obat, makanan, dan perbaikan rumah.
D terakhir adalah doa. "PWNU Jatim sudah menyerukan kepada warga NU melalui pengurus NU se-Jatim untuk melakukan serangkaian doa, di antaranya qunut nazilah, tahlil, dan shalat ghaib," katanya.
Baca Juga:  PUSHAM UII: Jurnalis harus Miliki Prespektif HAM
Ia menambahkan PWNU Jatim lebih melihat krisis Gaza sebagai peristiwa kemanusiaan dengan tindakan konkret 3-D, karena korban dari serangan udara Israel itu umumnya warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak. (mon)