“Ra Sudi Nompo Duitmu”

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – "Ra sudi nompo duitmu…!!" Kalimat Bahasa Jawa itu jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah "Tidak sudi menerima uangmu". Tertulis pada bagian belakang rompi sekitar 200 orang yang mengadakan aksi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (1/3).
Mereka adalah aktivis antikorupsi yang tergabung dalam Gemang (Gerakan Masyarakat Anti Politik Uang). Aksi yang bergerak dari Taman Parkir Abubakar Ali dan finish di Titik Nol tersebut lain dari biasanya.
Baca Juga:  Aksi Sosial Perwira Polri ini Mengundang Decak Kagum
Bukan hanya rompi bagian belakang, bagian depan pun ada tulisan "Tolak Politik Uang". Mereka menggunakan topeng warna hitam putih. Longmarch sejauh sekitar satu kilometer dilakukan dengan membisu sambil melipat bendera Merah Putih ukuran 10×8 meter.
Menurut Joko, koordinator lapangan, aksi diam sebagai bentuk penolakan praktik politik uang. "Dari Yogya kita tolak habis-habisan money politics," tegasnya. Karena, politik uang adalah embrio korupsi.
Baca Juga:  Gubernur DIY Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Hingga 29 Mei 2020
"Masyarakat harus cerdas dalam mengamati pileg maupun pilpres mendatang," katanya.
Topeng hitam putih adalah simbol kekecewaan terhadap pemerintah. Sedangkan bendera Merah Putih melambangkan nasionalisme.
Di sisi lain Joko berharap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat fatwa haram untuk politik uang. "Masyarakat Yogya sudah jengah dengan politik uang," tandasnya.
Yunan Arsan, Presidium Gemang, mengaku bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan KPU Kota Yogyakarta dan Bawaslu untuk melakukan pemantauan terhadap kemungkinan kecurangan yang dilakukan parpol maupun caleg. "Kami ingin memberikan shock therapy untuk caleg," tegas Yunan. (tya)
Baca Juga:  Independensi Jaksa Agung Harus Dibuktikan
SUTRIYATI