Ragam Persiapan Sambut Ramadhan di Masjid Gede Kauman dan Masjid Pathok Negoro Plosokuning

Masjid Gede Kauman (dok. wikipedia)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Datangnya Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah/2019 tinggal beberapa hari lagi. Di bulan suci ini, umat Islam mejalankan puasa wajib selama sebulan, serta melaksanakan salat tarawih dan tadarus Al Quran di masjid-masjid.

Salah satu tradisi yang selalu ada di setiap bulan Ramadhan adalah buka puasa bersama atau takjilan yang digelar di masjid-masjid, dibarengi dengan tausiyah agama menjelang bedug magrib tiba.

Karenanya, sejumlah masjid besar di Yogyakarta, seperti Masjid Gede Kauman dan Masjid Jami’ Pathok Negoro Plosokuning mulai melakukan berbagai persiapan untuk memeriahkan palaksanaan puasa Ramadan di tahun 2019 ini.

Ketua takmir Masjid Gede Kauman, Azman Latif mengatakan, persiapan yang dilakukan mulai dari pembentukan panitia, kerja bhakti membersihkan masjid, mengatur jadwal imam salat, penceramah, hingga mengatur menu takjil dan memilih katering

“Setiap hari, kami adakan buka bersama, dengan menyediakan 1.500 sampai 2.000 porsi makan. Dan tiap Senin dan Kamis, kami menyediakan menu gulai kambing,” jelas Azman saat dihubungi kabarkota.com, Sabtu (4/5/2019).

Selain itu, lanjut Azman, setiap malam Jumat dan malam Ahad, juga digelar tarawih satu juz, serta salah tarawih yang dibagi dalam dua gelombang, yakni sehabis salat Isya dan dini hari.

“Pada Ramadan tahun ini, kami berencana melakukan pemeriksaan gratis bagi jamaah, terutama lansia,” ungkapnya.

Hanya saja, Azman mengaku, pihaknya masih berkoordinasi dengan para relawan dari Muhammadiyah, guna merealisasikan rencana program tersebut.

Sementara di Masjid Jami’ Pathok Negoro Plosokuning yang kental dengan budaya Nahdlatul Ulama (NU), kemeriahan sudah dimulai sejak sebelum bulan Ramadhan tiba.

Ketua Takmir Masjid Jami’ Pathok Negoro Plosokuning, Kamaluddin Purnomo mengatakan, pada 5 Mei 2019 besok, akan ada pawai gerobak sapi yang diiringi sholawat badui, dalam rangka songsong Ramadhan.

“Gerobak sapi itu kendaraan legendaris yang ramah lingkungan. Sekaligus sebagai simbol kegotong-royongan antara manusia dengan alam atau hewan,” tegasnya.

Menurutnya, Kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memberikan semangat kepada jemaah dalam menghadapi bulan Ramadhan yang penuh barokah. (Rep-01)