Ratusaan Massa Aksi KAMMI DIY Tertahan di Taman Parkir Abu Bakar Ali, Mengapa?

Situasi saat massa aksi KAMMI DIY bernegosiasi dengan aparat kepolisian di Taman Parkir Abu Bakar Ali Yogyakarta, Jumat (14/9/2018) siang. (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY yang berencana menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD DIY, Jumat (14/9/2018) siang, tertahan di Taman Parkir Abu Bakar Ali Yogyakarta.

Kabid Kebijakan Pimpinan Wilayah (PW) KAMMI DIY, Sulaiman Thahir mengaku tak habis pikir dengan sikap aparat keamanan yang menghalangi rencana mereka untuk lakukan demonstasi di gedung wakil rakyat DIY. Padahal sebelumnya, mereka telah menyampaikan pemberitahuan kepada pihak keamanan terkait.

Dari pantauan kabarkota.com di titik parkir Abu Bakar Ali, massa aksi sempat bernegosiasi dengan pihak aparat keamanan yang melakukan penjagaan ketat diantara massa aksi. Mereka berharap, agar diijinkan untuk tetap melanjutkan rencana long march menuju gedung dewan DIY. Namun upaya tersebut sia-sia, hingga akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB, massa memutuskan untuk bergerak ke arah Tugu Yogyakarta.

Selain tak diperbolehkan melakukan long march menuju DPRD DIY, massa juga tak diperkenankan menyanyikan mars mereka di titik tersebut.

Tak hanya massa yang berada di titik Abu Bakar Ali yang dihalang-halangi aksinya, karena sejumlah mahasiswa KAMMI DIY yang berhasil masuk ke titik di depan DPRD DIY juga dilarang untuk berunjuk-rasa.

Aksi Digelar Bersamaan dengan Kedatangan Jokowi

 

Sementara bersamaan itu, Presiden RI, Joko Widodo(Jokowi) tengah menhadiri Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di salah satu hotel yang lokasinya berseberangan dengan taman parkir Abu Bakar Ali.

Saat dikonfirmasi terkait sikap aparat yang terkesan menghalangi massa aksi, salah satu aparat kepolisian yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan SOP. Taman Parkir Abu Bakar Ali menjadi kawasan yang disterilkan, selama Presiden masih berada di hotel.

“Ya, sesuai perintah atasan toh,” tegasnya.

Sementara di sisi utara gedung DPRD DIY atau persis di depan hotel tempat Presiden menghadiri acara, tampak barisan perempuan berseragam merah membentangkan spanduk ucapan selamat datang untuk Presiden, Jokowi.

Tuntutan KAMMI DIY kepada Pemerintah

Dalam aksi kali ini, KAMMI DIY menyoroti tentang kondisi ekonomi Negara yang mereka tengah mengalami kekacauan, seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, sehingga mengakibatkan gejolak ekonomi.

“Kami menuntut agar pemerintah Jokowi agar cepat dalam membenahi fundamental ekonomi,” kata Ketua Umum PW KAMMI DIY, Elevan Yusmanto melalui pers rilisnya.

Selain itu, mereka juga mendesak agar pemerintah mengadili siapa saja yang terlibat dalam proses impor pangan, serta memberhentikan para menteri yang bersinggungan dengan urusan ekonomi dan keuangan Negara, serta para ekonom pemerintah, karena tak mampu mengendalikan ekonomi nasional. (Rep-03)