Reformasi Birokrasi, Sultan: Kalau tak Mau Berubah, ya tak Tinggal

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpendapat bahwa reformasi birokrasi memang harus berubah.

Hal tersebut disampaikan Sultan, menyusul adanya Pidato penyampaian Visi Indonesia oleh Calon Presiden Terpilih, Joko Widodo (Jokowi), baru-baru ini yang salah satunya menyinggung soal reformasi birokrasi.

Loading...

Menurutnya, birokrasi tidak sekedar rutinitas, melainkan juga perlu perbaikan secara terus menerus dalam hal perencanaan dan aplikasi pelayanan, sesuai dengan perkembangan tuntutan publik.

“Jadi, birokrasi itu jangan merasa kuasa lagi, tapi pelayan masyarakat,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (16/7/2019).

Lebih lanjut Sultan mengaku, pihaknya telah memulai upaya reformasi birokrasi di Pemda DIY sejak era 2000-an. Untuk itu, Raja Yogyakarta ini menargetkan agar reformasi birokrasi DIY menjadi yang paling baik se-Indonesia.

Itu menurutnya, hanya bisa dicapai dengan adanya kemauan dan kemampuan untuk berubah.

“Kalau tak mau berubah, ya tak tinggal gitu aja,” tegas Sultan.

Sebelumnya, pada 14 Juli 2019 lalu, Calon Presiden Terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo menyampaikan pidato tentang Visi Indonesia ke depan. Ada lima poin penting yang disampaikan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Salah satunya ditekankan pada percepatan pelayanan dan pemberian ijin.

“Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!” ucap Jokowi. (Rep-02)