Rektor Mundur, Begini Reaksi Mahasiswa UII Yogya

Suasana konsolidasi mahasiswa UII dalam rangka persiapan aksi menolak pengunduran diri rektor, di kampus UII Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Kamis (26/1/2017) malam. (dok. mukhlas)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Harsoyo akhirnya menyatakan pengunduran diri di hadapan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), saat berkunjung di Yogyakarta, Kamis (26/1/2017). Pengunduran diri tersebut sebagai bentuk pertanggung-jawaban moral atas meninggalnya tiga orang Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi yang mengikuti The Great Camping ke-37, baru-baru ini.

Namun, keinginan rektor untuk mundur dari jabatannya ini justru mendapatkan penolakan dari para mahasiswa. Selain membuat petisi menolak rektor mundur di laman petisionline.net, rencananya ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan “Mahasiswa UII Anti Kekerasan” juga akan menggelar aksi di kampus terpadu Jalan Kaliurang, pada Jumat (27/1/2017) besok.

Baca Juga:  UII Yogya ajukan Judicial Review UU KPK

Salah satu mahasiswa UII, Mukhlas Dwi Putra, kepada kabarkota.com mengaku, pihaknya bersama ratusan mahasiswa lainnya tengah melakukan konsolidasi di kampus UII Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, untuk mempersiapkan aksi besok.

“Alasan penolakan pengunduran diri rektor oleh mahasiswa karena tanggung-jawab atas kejadian yang menimpa UII akhir-akhir ini bukan hanya rektor saja, melainkan semua pihak merasa bertanggung jawab, baik dari kalangan mahasiswa, dosen maupun ikatan alumni,” kata mahasiswa fakultas Teknologi Industri angkatan tahun 2014 ini, Kamis (26/1/2017)

Baca Juga:  Kabarkota.com Terima Penghargaan Bawaslu DIY Award 2016

Terlebih, pihak kampus sejak awal juga telah membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus tersebut. Termasuk memfasilitasi pihak korban dan keluarganya.

Selain itu, ia juga menilai, semenjak kepemimpinan Harsoyo, UII banyak menorehkan prestasi. “Pribadi rektor yang sangat tawadhu’ juga disenangi oleh banyak pihak, terutama mahasiswa dan civitas akademik UII,”. ungkapnya.

Rencananya, aksi akan dimulai dengan shalat ghaib bersama, setelah shalat jum’at di Masjid ulil Albab kompleks kampus terpadu UII.

Baca Juga:  Sejarah "Lahirnya" Klitih di Yogya

Sementara dihubungi terpisah, Humas UII, Karina Utami Dewi juga mengapresiasi rencana mahasiswa tersebut. ” Kami mengapresiasi inisiasi mahasiswa itu,” ucapnya. (Rep-03/Ed-03)