Rektor UGM: 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, Kedaulatan Akademik Belum Terwujud

Rektor UGM, Dwikorita Karnawati. (Sumber: ugm.ac.id)
SLEMAN (kabarkota.com) – Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati mengatakan, meski Konferensi Asia Afrika (KAA) telah 60 tahun berlalu, hingga kini, kedaulatan akademik di negara-negara Asia Afrika belum terwujud.
Hal itu diungkapkan kepada wartawan, usai membuka 'Bandung Conference and Beyond: Rethinking International Order, Identity, Security, and Justice in a Post-Western World' di Gedung Pusat UGM, Rabu (8/4). (Baca juga: Setelah UIN, UGM dan UNY Siap Terima Calon Mahasiswa Difabel)
Baca Juga:  Buntut Eksekusi Duo Bali Nine, Ini Ancaman Australia
Belum terwujudnya kedaulatan itu, kata Dwikorita, terlihat dari masih kuatnya dominasi barat dalam menggerakkan akademisi dunia. Pihaknya mencontohkan, adanya gap teknologi antara negara maju dengan negara di kawasan Asia Afrika.
Menurutnya, selama ini, standar internasional menggunakan patokan banyaknya ilmu pengetahuan yang dipublikasikan melalui jurnal. "Jika belum dipublikasi, maka tidak dihargai," ujarnya. (Baca juga: Peminat SNMPTN Meningkat)
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Mochtar Mas'oed menambahkan, kegiatan kali ini dalam rangka menggalang kebersamaan akademisi di Asia Afrika untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan kebijakannya.
Baca Juga:  Saranglidi Harapkan Gedung SD yang Mangkrak "Dihidupkan" Kembali
"Substansinya, kami ingin kalau memelajari bumi, maka jangan memakai kacamatanya orang lain," ucapnya.
SUTRIYATI