Rektor UGM Harapkan Inovasi Robot Mahasiswa Jawab Tantangan Era Digital

Salah satu kontestan KRI tengah mempertunjukkan robot karya mereka di hadapan para juri dan suporter, di Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu (13/5/2017). (Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN ( kabarkota.com) – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwikorita Karnawati mengungkapkan rasa bangganya atas inovasi robot karya para mahasiswa dari 30 kampus, yang bertanding dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3, di Grha Sabha Pramana, Sabtu (13/5/2017).

Menurutnya, KRI merupakan ajang kompetisi kemampuan masing-masing perguruan tinggi untuk menunjukkan kepiawaian mahasiswa dalam merancang dan membuat serta memprogram robot-robot ciptaannya dalam kompetisi. Sehingga, pengembangan kemampuan kreativitas, inovasi, dan strategi dari masing-masing tim menjadi sangat penting.

Kreativitas dan daya inovasi itu, lanjut Rektor, dapat diwujudkan dengan belajar memahami persoalan, mengembangkan ide dan mengimplementasikannya dalam penyelesaian persoalan serta strategi yang harus diterapkan.

Lebih lanjut pihaknya juga berharap, agar nantinya robot-robot karya mahasiswa Indonesia mampu menjawab tantangan revolusi industri ke-4, yang ditandai dengan era digital seperti sekarang.

“Inovasi-inovasi ini sebagai langkah untuk mewujudkan kedaulatan teknologi Indonesia, sehingga nantinya kita tidak hanya mengimpor, tetapi juga mengekspor,” kata Rektor UGM, saat pembukaan KRI Regional 3.

Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Widyo Winarso menambahkan, pembelajaran di bidang robotika, tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan produk riset yang bisa dipertandingkan, tapi juga perlu menekankan pada pentingnya proses. Menurutnya, hal inivyang membedakan kegiatan riset mahasiswa di perguruan tinggi, dengan riset-riset di dunia profesional.

“Kalian hadir di sini bukan sekadar untuk meraih juara tapi juga ada tujuan lain, yakni bagaimana kalian mencapai pembelajaran sesuai bidang studinya, dan berkolaborasi mengembangkan keterampilan,” ucapnya.

Sementara, Ketua Panitia KRI Regional 3, Senawi menjelaskan, Kontes bidang robotika tahun 2017 ini diikuti oleh 73 kontestan dari 30 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di wilayah DIY, Jateng, dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Timur.

Disebutkan Senawi, 73 tim itu terbagi atas17 tim Kontes Robot Abu Indonesia, 26 Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, 17 Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda dan 13 Kontes Robot Seni Tari Indonesia. Sedangkan untuk penguman pemenang rencananya disampaikan Sabtu (13/5/2017) malam ini, bersamaan dengan penutupan KRI yang sudah berlangsung sejak 11 Mei lalu. (Rep-03/Ed-03)