Ribuan Santri NU ikuti Upacara Hari Santri Nasional, Ini Pesan Wagub DIY

Suasana Upacara HSN 2018 di Yogyakarta, Senin (22/10/2018). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sekitar 5.000 santri di Yogyakarta, mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Panahan Kenari Yogyakarta, Senin (22/10/2018).

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Sri Paduka Paku Alam X sebagai inspektur upacara.

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi para santri untuk turut menjaga kedamaian bangsa dan Negara.

“Indonesia tetap memposisikan santri pada posisi yang strategis,” tuturnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Muhammad Lutfi Hamid juga menyampaikan, tema “Bersama Santri, Damailah Negeri” ini, menjadi penting diangkat, terlebih di masa jelang Pilpres 2019 seperti sekarang.

“Kami memberikan pesan kapada masyarakat, agar mengedepankan beragama yang moderat, meniadakan hoax, ujaran-ujaran kebencian, serta mendiskreditkan pihak-pihak tertentu hanya karena kepentingan politik semata,” tegas Lutfi.

Menariknya, dalam upacara puncak peringatan HSN 2018 di Yogyakarta kali ini, tak hanya melibatkan kalangan santri, tapi juga masyarakat non muslim untuk mengisi paduan suara, dan kesenian barongsai yang identik dengan kesenian masyarakat Tiong Hoa.

Lutfi menambahkan bahwa sejak awal Nahdlatul Ulama (NU) memang tidak ingin terjebak dalam aspek-aspek yang sifatnya variabelistik tapi juga sunstansial, termasuk dalam hal budaya.

“Budaya apapun harus kita hargai,” pintanya.

Lutfi juga berharap, agar Hari Santri Nasional ini tidak hanya “milik” warga NU, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. (Rep-02)