Rupiah Lesu, Penjualan Mobil Mewah di DIY- Jateng tetap Melaju

Salah satu mobil mewah keluaran BMW yang dipamerkan di Pojog 2015, Rabu (23/9). (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat tak berpengaruh signifikan terhadap penjualan mobil-mobil mewah, utamanya di wilayah DIY- Jawa Tengah (Jateng).

Business Consultant BMW Astra International, Miko mengaku, penjualannya relatif stabil, lantaran pasar mobil elegan keluaran Jerman ini segmented. “Hanya saja, konsumen menyikapinya dengan lebih berhati-hati,” kata Miko kepada kabarkota.com saat ditemui dalam Pameran Otomotif Jogja (Pojog) 2015, di JEC, Rabu (23/9).

Baca Juga:  Enam Hal agar si Pendiam Lebih Menonjol di Tempat Kerja

Pihaknya juga menilai, karakter pasar di Yogyakarta dan Solo lebih konsumtif dibandingkan Semarang. Dalam sebulan, setidaknya 5 – 6 unit mobil bisa terjual.

Di Pojog 2015 ini, stand BMW mendisplay dua unit mobil seri 320i Sport di kisaran harga Rp 760 juta, serta seri 520i yang dibandrol dengan harga sekitar Rp 1 Milyar.

Sementara Marketing Executive Mazda Jogja, Nicolous Setyo Haryanto juga mengungkapkan pasaran mobil kelas premium, seperti Mazda 6 relatif tak terpangaruh nilai tukar rupiah.

Baca Juga:  Ketika Calon Pengantin Massal berlenggak-lenggok di Pasar Beringharjo Yogya

“Penurunan penjualannya belum terlihat,” ungkap Nico. Mengingat, mobil mewah memiliki pasar yang khusus dan cenderung loyal.

Pada kesempatan ini, stand Mazda mengusung tiga mobil unggulannya, yakni Mazda 2 yang dibandrol dengan harga kisaran Rp 292 juta, Mazda CX 5 seharga Rp 507 juta, dan Mazda 6 dengan harga jual sekitar Rp 600 juta.

SUTRIYATI