Saat Buruh Cuci dengan Empat Orang Anak Yatim di Yogyakarta Ini Divonis Kanker

Kondisi rumah Pratiwi, sang buruh cuci yang memprihatinkan (dok istimewa)

SLEMAN – Musibah datang bertubi-tubi seolah tak mau jauh dari keluarga ini. Setelah ditinggal mati sang suami, Pratiwi, ibu dengan empat anak yatim ini pun berusaha menghadapi kerasnya hidup di Yogyakarta.

Ketiadaan keterampilan khusus memaksanya untuk bertahan hidup dengan menekuni profesi buruh cuci. Dengan menahan malu, ia tak segan menawarkan jasanya dari tetangga ke tetangga, demi menghidupi empat anak yatim yang dititpkan Allah padanya. Alhasil, tetangga pun antara iba dan butuh, menggunakan jasanya.

Pratiwi, buruh cuci yang mengidap kanker

Jangan bayangkan rumah yang didiaminya saat ini bak istana megah. Karena yang dimilikinya hanyalah rumah bambu (gedhek) yang berdiri di atas tanah kas desa di Gowok, Sleman. Kondisinya pun hampir roboh. Saat hujan turun, atap rumahnya tak kuasa menahan derasnya hujan. Lengkaplah sudah penderitaannya.

Pekan lalu, musibah kembali mengunjungi keluarga ini. Salah satu putra tercintanya terkena demam berdarah, yang mengharuskannya untuk menginap di rumah sakit. Beruntung, kondisinya belum parah sehingga sang anak dapat memulihkan kesehatannya tak sampai sepekan. Sang anak yatim ini pun diperbolehkan pulang ke rumah untuk pemulihan kesehatan.

Namun, musibah lain seolah mengantre. Giliran sang Ibu, Pratiwi yang harus terbaring sakit di rumah, ditemani ke-empat anak yatimnya. Yang membuatnya terkejut adalah vonis dokter yang menyatakan Pratiwi mengidap kanker. Ia bahkan tak pernah membayangkan sedikitpun, penyakit itu bakal menggerogoti jasadnya.

Kondisi rumah Pratiwi memprihatinkan

Vonis kanker ini mengubah segalanya. Pratiwi tak lagi bisa bekerja sebagai buruh cuci. Penghasilan harian untuk menghidupi keluarga pun tak lagi bisa diraihnya. Ia hanya bisa pasrah, menyerahkan segala urusannya kepada Sang Pemilik Hidup, Allah.

Diakuinya, rasa nyeri yang teramat sangat di salah satu anggota tubuh sudah lama dirasakannya. Hanya saja, rasa itu berusaha diabaikan, tak pernah dikeluhkan. Seolah tak ingin diketahui oleh anak-anaknya. Namun, kanker yang dideritanya telah menjadi takdir hidup yang tak dapat dihindari.

Anak-anak Pratiwi yang membutuhkan biaya sekolah

Kini, Pratiwi bersama empat orang anak yatim itu menunggu uluran tangan para dermawan, agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah, dan sosok Pratiwi bisa melawan kanker dengan pengobatan yang memadai. (Dee)

Donasi dapat disampaikan melalui Mitra Zakat Lembaga Amil Zakat BMH Yogyakarta. Kontak person: Mansur (085227731825)

#Peduli Yatim