Sandiaga Uno Angkat Suara soal Tuduhan Keterlibatan dalam Panama Papers

Sandiaga Uno (jakartasatu.co)

JAKARTA (kabarkota.com) – Pebisnis sekaligus politisi, Sandiaga Uno yang disebut-sebut akan maju dalam bursa Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 mendatang tertimpa isu yang tak sedap menyusul bocornya data Mossack Fonseca yang dikenal dengan istilah “Panama Papers” oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Pasalnya, namanya turut disebut dalam dokumen yang tengah menggegerkan dunia tersebut.

Namun, Sandiaga berdalih hal itu tidak menjadi indikasi bahwa nama yang tercantum merupakan pelaku penggelapan pajak, sebab menurutnya, itu hanya membeberkan nama-nama perseorangan dan perusahaan klien Mossack Fonseca. 

Politisi Partai Gerindra itu menganggap, kerjasama dengan perusahaan offshore serviceseperti Mossack Fonseca merupakan hal yang wajar guna mendukung pertumbuhan bisnis, selama sesuai dengan hukum.

Baca Juga:  Sepekan, Dua TKI Dihukum Mati di Arab Saudi

“Dalam proses investasi dan penciptaan lapangan kerja, sangat lazim menggunakan offshore service dan tentunya harus tetap dalam koridor hukum yang berlaku,” ujarnya seperti dikutip dari laman CNN Indonesia, Selasa (5/4/2016).

Hanya saja, Sandiaga juga menyatakan, dirinya tidak lagi berkepentingan dengan Mossack Fonseca, sejak mundur dari berbagai jabatan bisnisnya, dan berfokus ke dunia politik.

“Saya sudah mundur dari bisnis pada Juni 2015. Untuk selanjutnya bisa ditanyakan kepada pihak Saratoga,” pintanya.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno memutuskan untuk melepas 16 jabatannya di berbagai perusahaan demi menapaki dunia politik melalui Partai Gerindra. Salah satu jabatan yang dilepasnya adalah kursi Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang merupakan perusahaan investasi.

Baca Juga:  Posko THR di Kulon Progo belum Terima Aduan

Bocornya data “Panama Papers” ini sebelumnya diterima media Jerman, Suddeutsche Zeitung dari orang tak dikenal. Adapun nama Sandiaga Uno tercantum dalam daftar klien Mossack Fonseca yang berasal dari Indonesia.

Selain Sandiaga, nama Mochtar Riady dan Mohammad Riza Chalid juga disebut di antara ribuan nama yang disebut dari seluruh dunia.

Dokumen Mossack Fonseca juga mencatat 214 ribu entitas perusahaan di luar negeri. Mossack Fonseca sendiri memiliki cabang di lebih dari 35 negara. Dokumen itu menyebutkan nama 140 tokoh politik, termasuk 12 pemimpin atau bekas pemimpin negara.

Di antara nama yang muncul adalah saudara ipar Presiden China Xi Jinping, Deng Jiagui, putri mantan perdana menteri China Li peng, Li Xiaolin, cucu dari petinggi Partai Komunis China, Jia Qinglin, putra dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Mohd Nazifuddin bin Mohd Najib, anak-anak dari Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Presiden Ukraina, Raja Arab Saudi dan Perdana Menteri Islandia.

Baca Juga:  Gunung Agung Erupsi, Masyarakat Diimbau Waspadai Bahaya Sekunder

Kendati bukan merupakan pelanggaran hukum menggunakan perusahaan luar negeri untuk mengatur atau berinvestasi, namun bocoran dokumen ini menyiratkan modus pengemplangan pajak dan pencucian uang. (Rep-03/Ed-03)