Sebagian Ahli Waris Petugas Ad Hoc Penyelenggara Pemilu 2019 yang Meninggal di DIY Terima Santunan

Penyerahan santunan secara simbolik oleh Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, pada Minggu (2/6/2019). (kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menyerahkan bagi sebagian petugas ad hoc penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia, pada Minggu (2/6/2019).

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan, pemberian santunan oleh Negara tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga ahli waris para pahlawan demokrasi tersebut, dengan besaran Rp 36 juta per petugas.

“Pada kesempatan ini baru tiga yang bisa kami sampaikan santunannya,” kata Hamdan saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Kronologis, Daftar Alat Bukti, dan Alat Bukti Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilu 2019, di Yogyakarta.

Untuk yang lainnya, lanjut Hamdan, masih menunggu kelengkapan berkas dan proses verifikasi, sebelum nantinya diserahkan santunan pada tahap berikutnya.

Sekretaris KPU DIY, Retno Setyowati menambahkan, pada tahap pertama ini, DIY termasuk salah satu dari enam provinsi di DIY yang bisa menyerahkan santunan bagi petugas ad hoc penyelenggara Pemilu, baik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Linmas.

“Dari 15 orang yang meninggal di DIY, baru lima yang mendapatkan dana transfer santunan,” ungkap Retno.

Itu pun, imbuhnya, dua diantaranya harus melalui proses kliring karena menggunakan nomer rekening bank yang berbeda dengan yang digunakan untuk mentransfer, sehingga kemungkinan baru bisa dicairkan setelah lebaran 2019.

Pihaknya menyebutkan, berdasarkan data per 27 Mei 2019, jumlah petugas meninggal di DIY sebanyak 15 orang, dan sakit 56 orang yang kebanyakan merupakan petugas KPPS dari kabupaten Sleman.

Salah satu ahli waris petugas Linmas Ali Mawardi, Suwastiyah mengungkapkan, sebelum suaminya meninggal pada 3 Mei 2019, almarhum yang sakit jantung sempat dua kali opname di rumah sakit, setelah kelelahan menjalankan tugasnya selama lebih dari 24 jam, pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS 15 Bausasran Yogyakarta, pada 17 April 2019 lalu,

Sementara putera almarhum, Adi Pamungkas berharap, agar ke depan sistem penyelenggaraan Pemilu ke depan bisa diperbaiki, dengan dikembalikan seperti Pemilu sebelumnya yang hanya membutuhkan waktu penyelesaian di TPS sekitar 8 jam.

Bawaslu DIY juga serahkan Santunan untuk Petugas Pengawas Pemilu yang Meninggal

Sebelumnya, pada 1 Juni 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY juga menyerahkan santunan simbolik sebesar Rp 36 juta bagi salah satu keluarga petugas pengawas Pemilu di TPS yang meninggal dunia.

Sama halnya dengan KPU, Ketua Bawalu DIY, Bagus Sarwono juga menyatakan bahwa penyerahan santunan oleh Negara dilakukan secara bertahap, karena harus ada kelengkapan data, dan proses verifikasi terlebih dahulu.

Bagus menyebutkan, berdasarkan data terakhir yang masuk ke Bawaslu DIY, jumlah petugas pengawas Pemilu yang meninggal sebanyak tiga orang. (Rep-01)