Selain Siyono, ISAC Minta PP Muhammadiyah dan Komnas HAM juga advokasi 2 Korban Densus 88

Ilustrasi (wikipedia.org)

SOLO (kabarkota.com) – The Islamic Study and Action Center (ISAC) meminta, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) agar juga memberikan advokasi lanjutan kepada dua korban Densus 88 asal Jawa Tengah, Nur Prakoso dan anak di bawah umur, Andika.

Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono menduga, penganiayaan yang dialami dua korban tersebut mirip dengan hasil otopsi atas korban Densus 88 asal Klaten, Jawa Tengah, Siyono.

Baca Juga:  Bacaleg Tidak Memenuhi Syarat, 2 Parpol Gugat KPU DIY

“Kami khawatir perlakuan Densus terhadap Nur Prakoso ini menjadi “SOP” atau modus penyiksaan selama 7×24 jam,” kata Endro melalui siaran pers yang diterima kabarkota.com, Selasa (12/4/2016)

Menurutnya, Nur Prokoso dan Andika mendapatkan penganiayaan dari Densus 88 pasca penangkapan di Solo, Jawa Tengah, pada 29 Desember 2015 lalu.

Dalam kesaksiannya, lanjut Endro, Nur sempat ditabrak kendaraannya hingga terjatuh lalu dipindahkan ke suatu tempat, dan dianiaya di bagian kaki, dada, dan perut, serta alat vitalnya dalam keadaan kepala ditutup. Akibatnya, korban sulit berjalan, tangan menegang, sakit pada ulu hati, dan alat pencernaannya bermasalah akut.

Baca Juga:  Forum BEM DIY tak Gabung Aksi 121, Ini Alasannya

Sementara dari hasil Autopsi Muhammadiyah yang telah diumumkan di Kantor Komnas HAM atas jenazah Siyono yang diumumkan di Jakarta, Senin (11/4/2016) kemarin, juga terdapat memar di kepala, dan mengalami kerusakan pada beberapa tulang rusuknya, serta tidak ada indikasi perlawanan terhadap Densus 88. (Rep-03)

Sebelumnya, Persyarikatan Muhammadiyah telah menyimpulkan bahwa penyebab kematian prosentase tertinggi adalah karena trauma di dada, ada beberapa tulang rusuk yang patah. Bukan karena luka di kepala, tidak ditemukan pendarahan di otak, serta luka atau memar di tangan yang besar kemungkinannya tidak ada perlawanan dari korban sebelum meregang nyawa. (Rep-03/Ed-03)

Baca Juga:  Penasihat Hukum Adji Kusumo Kritik Saksi yang Dihadirkan Jaksa