Sembuhkan LGBT, Perlu Pendampingan

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Seiring tingginya kompleksitas jaman, perilaku yang tidak sesuai dengan norma adat, hukum, dan agama banyak bermunculan. Salah satunya fenomena gerakan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang memprihatinkan bagi sebagian besar masyarakat.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Harsoyo, dalam acara Pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Angkatan ke-28, Program Magister Psikologi Profesi UII, baru-baru ini mengatakan bahwa fenomena tersebut mengindikasikan tidak sedikit anggota masyarakat yang tengah mengalami gangguan kesehatan psikologis.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2019, Kunjungan Wisata di Kulon Progo Melonjak

Menurutnya, kalangan tersebut tengah mengalami ujian berupa mengidap perilaku menyimpang sehingga harus dirangkul dan tidak didiskriminasikan.

“Golongan masyarakat ini sebenarnya membutuhkan pendampingan agar dipulihkan kesehatan jiwanya,” kata Rektor seperti dilansir laman UII.

Meski demikian, Rektor juga mengakui, proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan kesabaran. “Di sinilah peran dan tanggungjawab besar yang menanti di depan mata bagi para psikolog baru UII,” ucapnya lagi. Mengingat, dalam menjalankan aktifitasnya, para psikolog sering bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan berbekal ilmu psikologi yang dipelajari dan dilandasi semangat, lanjut Rektor, akan menjadi ladang amal bagi para psikolog.

Baca Juga:  Dema Justicia UGM akan Gelar Aksi untuk Siyono

Sementara, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) wilayah DIY, Helly Soetjipto menambahkan, dalam mengamalkan dan mempelajari ilmu psikologi, hendaknya juga dilandasi nilai-nilai Ketuhanan. Sebab dalam membantu memulihkan kondisi psikologis seseorang sangat penting untuk menghidupkan kembali hubungan vertikal dengan Tuhannya sehingga diperoleh kesembuhan yang seutuhnya. (Rep-03/Ed-03)