Sensasi Wader Presto ala Mbak Ndari Sleman yang Maknyus

Foto: Tria/Kabarkota.com

SLEMAN – Wader merupakan jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan di sungai-sungai. Sayangnya, ikan yang satu ini belum banyak dilirik orang. Salah satunya, karena daging ikan yang satu ini banyak mengandung duri. Namun, berkat kreativitas seorang warga Kliran lX, Sendangagung, Minggir, Sleman, DIY, wader bisa diolah menjadi sajian yang tak kalah enak, jika dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya.

Di tangan Sri Suhandari (38), ikan yang awalnya kurang diminati karena durinya, kini menjadi wader presto yang bahkan bisa dikonsumsi bersama duri-durinya tanpa takut ‘nyangkut’ di mulut. Tak hanya rasanya saja yang lezat, hasil olahannya ini juga mampu mendongkrak harga jual ikan wader di pasaran.

Menurut Ndari, panggilan akrab ibu tiga orang anak ini, ide awal membuat wader presto itu datang dari salah satu konsumen yang biasa membeli ikan wader hasil tangkapan suaminya.

“Daripada dijual mentah harganya murah, lalu saya coba masak sendiri tapi waktu itu belum dipresto. Lalu ada masukan untuk membuat wader presto,” ungkap Ndari kepada kabarkota.com, saat ditemui di kediamannya.

Meski terlihat praktis, namun butuh proses bagi Ndari untuk bisa menghasilkan wader presto bercita rasa gurih dan manis, seperti yang banyak diburu para penikmatnya ini. “Sebelumnya di sini belum ada (wader presto), lalu saya coba-coba. Resepnya juga dari saya sendiri,” ungkapnya.

Untuk menghasilkan wader presto yang sempurna, lanjut Ndari, bumbu dan cara pengolahannya harus tepat. Jika tak hati-hati, daging ikan mudah hancur dan hangus, sebagaimana kegagalan yang pernah ia alami dulu. Setelah ikan wader mentah dibersihkan, lalu dimasukkan ke dalam panci presto, dan disiram bumbu yang telah dicampur dengan air. Setelah itu baru dimasak hingga matang, selama kurang lebih 1- 2 jam.

Usaha yang dirintis oleh istri Sujita sejak 2007 itu, kini telah membuahkan hasil. Dalam sehari, Ndari yang dibantu beberapa orang di rumahnya ini mampu memproduksi sekitar 20 kg ikan wader per harinya. Dengan kisaran harga Rp 60.000 per kg,

Ndari yang menamai usahanya “Citra Wader” memasarkan produknya ke sejumlah pasar tradisional di Sleman, dan juga ke pengecer-pengecer makanan di wilayah Moyudan dan Godean. Bahkan tak jarang, Ndari juga mendapatkan pesanan wader presto untuk catering, maupun untuk buah tangan wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Yogyakarta (Tria)