Siapa Sosok Capres yang Diidaman Pemilih Pemula di Yogyakarta?

Ilustrasi (dok. istimewa)

SLEMAN (kabarkota.com) – Jumlah pemilih pemula di DIY pada Pemilu 2019 mendatang diperkirakan lebih dari 5% dari total 2.7 jutaan pemilih di Kota Gudeg.

Bardasarkan pemaparan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Hamdan Kurniawan dalam Diskusi Komunikasi Politik di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Selasa (11/12/2018), jumlah pemilih pemula sebanyak 189.357 orang atau sekitar 5% dari total 2.733.830 pemilih di DIY.

“Angka tersebut per hari ini (Selasa), kalau besok kemungkinan sudah berubah lagi,” sebut Hamdan.

Baca Juga:  Reuni PA 212 akan Kembali Digelar, FUI DIY siap Berpartisipasi

Pemilih pemula yang dimaksud di sini, lanjutnya, adalah anak yang berusia minimal 17 tahun dan belum pernah mengikuti Pemilu di tahun 2014 lalu

Menurutnya, para pemilih pemula ini cukup antusias untuk mengikuti Pesta Demokrasi lima tahunan. Karenanya, ini menjadi tantangan bagi KPU untuk dapat melakukan sosialisasi dan pendidikan politik yang efektif untuk mereka.

“Kewajiban kami menyediakan informasi-informasi yang resmi,” ucap mantan komisioner KPU Sleman ini.

Sementara sekelompok mahasiswa Fisipol UAJY, juga melakukan polling terhadap 107 responden yang berusia 19 tahun yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, Sekolah Tinggi Swasta, dan Akademi Swasta di Yogyakarta.

Baca Juga:  Koalisi Disabilitas untuk Pembangunan Inklusif inginkan Perubahan Paradigma Lama

Menurut salah satu mahasiswi Fisipol UAJY yang melakukan polling, Gia, para responden tersebut merupakan para pemilih pemula yang baru akan menggunakan hak suaranya, pada Pemilu 2019 mendatang.

Dari hasil polling yang disebar melalui Google form itu, mereka menyimpulkan bahwa dari sisi kenerja Pemerintah Indonesia saat ini dinilai berhasil di bidang infrastruktur di berbagai daerah. Namun di sisi lain, pemerintah dinilai masih lemah dalam pemberantasan korupsi, dan perhatian di bidang ekonomi.

Baca Juga:  Transformaking 2016 Akan Angkat Tema Tanah dan Air

Karenanya, para responden menginginkan Calon Presiden (Capres) yang tegas, agar mereka bisa lebih fokus dalam pemberantasan korupsi, dan membangun ekonomi.

“Hoax tak mempengaruhi pilihan mereka terhadap Capres-Cawapres,” ungkap Gia. (Rep-02)