Ini Sisi Gelap Penanganan Terorisme Versi Ormas NU DIY

Logo Densus 88 (sumber: radarpena.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com)- Wakil Ketua Tanfidziyah Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) DIY Muhammad Jadul Maula menyebutkan adanya sisi gelap penanganan kasus terorisme di Indonesia.

Menurutnya, sisi gelap itu antara lain karena menganggap pesantren sebagai sarang terorisme. Padahal, pesantren berdiri sebagai bentuk perlawanan terhadap paham Wahabi yang masuk ke tanah air sejak abad ke 19.

“Menjeneralisir pesantren sebagai sarang teroris merupakan suatu sifat Islamofobia. Tampak bahwa dalam setiap penanganan masalah terorisme masih sporadis dan reaktif,” tegas Jadul kepada Kabarkota.com, Sabtu, 2 April 2016.

Baca Juga:  KPU Kota Yogya Dorong Partisipasi Penyandang Disabilitas sebagai PPK dan PPS

Terkait kematian terduga teroris, Siyono asal Klaten yang saat ini sedang diadvokasi oleh ormas Muhammadiyah, menurut dia, hingga saat ini belum dibicarakan secara khusus di internal NU.

“Pada rapat terakhir tidak ada membahas khusus, karena persoalan itu masalah hukum. Kita percayakan kepada Komnas HAM untuk menyelidiki,” kata Maula, saat dihubungi kabakota.com, Sabtu (2/4).

Walaupun tidak mengikuti langkah Muhammadiyah yang terjun langsung mengawal kasus Siyono, Maula menuturkan, NU menginginkan agar polisi mengedepankan prinsip keadilan hukum dalam penanganan kasus terorisme. (Ed-01)

Baca Juga:  Orang Tua Siswa inginkan PPDB SMA/SMK 2019 di DIY Gunakan Juknis Tahun 2018

Kontributor : Januardi