Soal Rekonsiliasi, Fadli Zon: Tak Perlu Dibesar-besarkan

Anggota DPR RI, Fadli Zon (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon menganggap, tak perlu ada rekonsiliasi pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurutnya, rekonsiliasi tak diperlukan karena dalam berdemokrasi, persaingan atau kontestasi itu merupakan hal yang biasa. Karenanya, persaingan tersebut seharusnya disikapi dengan bijak oleh semua pihak, termasuk masyarakat.

Terkait dengan adanya kekhawatiran sebagian pihak akan perpecahan, Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa semakin besar desakan untuk rekonsiliasi itu, justru akan mempertajam dan mengukuhkan adanya perbedaan.

“Menurut saya, tidak perlu ada rekonsiliasi dan tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Fadhli Zon di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (8/7/2019).

Sementara ditanya terkait rencana Partai Gerindra ke depan pasca Pilpres, Pihaknya menyatakan, akan mendengarkan terlebih dahulu masukan-masukan dari internal Parpol dan tokoh-tokoh untuk menentukan keputusan selanjutnya.

“Saya termasuk yang berpendapat bahwa dalam berdemokrasi harus ada oposisi. Yang memimpin oposisi kemarin kan juga Gerindra,” ucapnya.

Terpisah, pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Sodik berpendapat bahwa untuk menghindari perpecahan pasca Pilpres, maka yang terpenting adalah narasi yang dikembangkan tidak ada istilau kalah menang, melainkan terpilih dan sebaliknya.

“Semua paslon memberi makna untuk kemajuan demokrasi Indonesia,” kata Sodik kepada kabarkota.com.

Ke depan, lanjutnya, perlu banyak dialog dan kerjasama antar elemen masyarakat yang selama ini beda pilihan politik. (Rep-02)