Studi : Anggur Merah Ternyata Bisa Mengurangi Depresi dan Kecemasan

Ilustrasi Anggur Merah
Anggur Merah

Suasana santai dengan minuman setelah hari yang panjang diisi dengan aktifitas yang sangat melelahkan adalah sesuatu yang disukai banyak orang, namun jangan berlebihan. Alangkah baiknya lagi, ambil segelas anggur merah karena mungkin saja memiliki manfaat kesehatan lebih dari yang Anda sadari.

Dilansir dari World of Buzz, Kamis, 15 Agustus 2019, studi terbaru dari University of Buffalo dan Xuzhou Medical University di Cina mengungkapkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam anggur merah memiliki efek anti stres dan antidepresan.

Studi yang dipublikasikan di Science Direct, mengatakan bahwa resveratrol senyawa tanaman ditemukan dalam anggur merah. Senyawa ini sebenarnya ditemukan dalam beri dan kulit anggur, dan telah terbukti efektif dalam memblokir enzim yang terkait dengan kontrol stres di otak.

Penelitian ini dilakukan pada tikus yang dipompa penuh dengan kortikosteron, hormon yang mengendalikan respons stres pada tikus dan manusia.

Ilustrasi Anggur merah pixabay.com

Mereka memberi tikus resveratrol dosis tinggi, yang berhasil menghentikan salah satu produk sampingan kortikosteron, yaitu enzim fosfodiesterase 4 (PDE4) dan tikus yang sangat cemas itu terasa lebih bahagia setelah itu.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa hubungan resveratrol dengan PDE4 masih belum diketahui. Terlalu banyak stres dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak kortikosteron di otak dan ini dapat menyebabkan perkembangan depresi, kecemasan, atau gangguan mental lainnya.

Sekarang, temuan baru ini dapat menjelaskan bagaimana resveratrol memengaruhi proses neurologis dan dapat mengarah pada pengobatan yang lebih efektif untuk orang dengan gangguan ini.

“Resveratrol mungkin menjadi alternatif yang efektif untuk obat-obatan untuk mengobati pasien yang menderita depresi dan gangguan kecemasan,” kata Ying Xu, co-lead writer dan profesor peneliti di UB School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences.

Wine

Ilustrasi Wine pixabay.com

Sebelumnya, sebuah penelitian menemukan bahwa minuman anggur bisa menjadi salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan oleh manusia, untuk tetap sehat apabila kita hidup di planet Mars. Jenis yang diuji coba di sini adalah anggur merah.

Para peneliti menemukan bahwa bahan yang terkandung dalam anggur merah bisa melindungi otot dari atrofi atau penurunan otot muskoskeletal dalam gravitasi parsial di Mars.

Melansir New York Post, 20 Juli 2019, senyawa itu adalah resveratrol yang banyak ditemukan dalam kulit anggur atau blueberry. Banyak penelitian telah menyatakan bahwa bahan ini terbukti mencegah tulang dan otot keropos.

Studi tersebut mengatakan, ini adalah kunci untuk hidup di luar angkasa, di mana manusia bisa kehilangan hingga 20 persen dari massa otot dalam waktu kurang dari dua minggu dalam gravitasi mikro.

“Resveratrol telah dipelajari secara ekstensif untuk manfaat kesehatannya, termasuk efek anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-diabetes,” kata penulis studi senior Seward B. Rutkove, kepala divisi departemen neurologi Beth Israel Deaconess Medicall Center, Amerika Serikat.