Sultan Imbau Masyarakat Proporsional Tanggapi Hasil Keputusan KPU

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau masyarakat Yogyakarta agar bersikap proporsional dalam menanggapi hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, 22 Juli besok. Imbauan tersebut disampaikan Sultan, usai menjadi Inspektur Upacara dalam Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Operasi Ketupat Progo 2014 Polda DIY, di alun-alun utara Yogyakarta, Senin (21/7).
“Saya kira masyarakat Yogyakarta sudah terdidik,” anggap Sultan. Untuk itu pihaknya juga berharap, agar semua pihak mendukung siapa pun yang nantinya terpilih menjadi pemimpin negara untuk 5 tahun ke depan. 
Jika memang ada pihak yang merasa tidak puas, tambah Sultan, maka semestinya dapat mengajukan gugatan melalui Mahkamah Konstitusi dan bukan dengan tindakan-tindakan yang anarkis. 
Baca Juga:  Waspadai! Fenomena Equinox Berdampak pada Cuaca ekstrem di DIY
Hal senada juga disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY, Oerip Soebagyo. Kapolda baru tersebut juga meminta, agar masyarakat di Yogyakarta tidak melakukan pengerahan massa, jelang maupun pasca keputusan KPU nantinya. Mengingat, kegiatan penetapan capres dan cawapres terpilih berada di Jakarta. 
“Sesuai dengan imbauan Ngarso Dalem (Sultan), kami percaya masyarakat sudah dewasa,” tegas Oerip kepada pers.
Terkait pengamanan, dalam status siaga I ini, Polda DIY  mengerahkan sedikitnya 2/3 dari seluruh kekuatan Polri, ditambah dengan personel pengamana dari TNI dan sejumlah instansi terkait.
Ditanya tentang adanya pihak yang akan melakukan pengerahan massa jelang 22 Juli di kota Yogyakarta, Kapolda menyatakan, pihaknya tidak akan menyiagakan pengamanan khusus. Termasuk, meminimalisir kendaraan-kendaraan taktis di titik-titik rawan, untuk menghindari keresahan di masyarakat.
Baca Juga:  Pemkot Yogya Launching Rencana Aksi Daerah Penyakit Tidak Menular
Sebelumnya, kabarkota.com memperolehh informasi bahwa Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kota Yogyakarta yang notabene basis massa dari pendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, akan mengumpulkan 100 – 200 orang di Mako Ngampilan, mulai Senin (21/7) malam ini. Pengerahan massa GPK ini, untuk memantau jalannya proses rapat pleno penetapan Capres-cawapres dari KPU RI.
“Kalau ternyata Senin (21/7) malam belum final, maka Selasa (22/7) pagi pasti lebih dari 500 orang,” kata Ketua Dewan Penasehat GPK Kota Yogyakarta, M. Fuad melalui whatsapp, 20 Juli 2014.
Sementara dari kubu tim pemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla DIY memastikan tidak akan ada pengerahan massa di posko PDIP maupun posko tim pemenangan lainnya.
Baca Juga:  PWNU Jatim Serukan Diplomasi, Dana, dan Doa untuk Palestina
“Kami mengimbau seluruh pendukung Jokowi –JK agar menyimak rekapitulasi di rumah masing-masing, melalui TV atau pun media lainnya,” tegas Eko Suwanto selalu salah satu tim Pemenangan Jokowi – JK DIY.
Pihaknya juga mengaku, telah mempercayakan pemantauan hasil rekapitulasi tersebut, kepada para saksi yang telah ditugaskan Jokowi-JK di KPU RI.
“Kalau aktivitas partai ya seperti biasa saja,” ujar anggota dewan provinsi dari PDIP tersebut. (jid/tri)