Surat Terbuka Putra Amien Rais Akui Kemenangan Jokowi-JK

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Putra Amien Rais yang juga anggota DPR RI terpilih, Hanafi Rais secara resmi mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla yang akan memegang tampuk kepemimpinan nasional dalam waktu 5 tahun mendatang. 
Dalam surat terbukanya, Hanafi juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang dinilainya telah menjaga secara aktif proses demokratisasi Indonesia melalui Pilpres tahun ini. 
“Dalam beberapa hari ke depan kita akan menyambut kepemimpinan nasional yang baru hasil dari pemilihan presiden 9 Juli 2014 yang lalu,” kata Hanafi dalam akun facebooknya, Ahad (20/7). 
Baca Juga:  Komunitas Pengemudi Taksi Temui Pemda DIY, Ini Poin Kesepakatannya
Menurut Hanafi, tujuan utama berdemokrasi adalah menghargai pilihan rakyat Indonesia untuk membawa kemakmuran dan kebahagiaan rakyat Indonesia. Karena itu proses Pilpres 2014, kata dia, tidak boleh membawa rakyat Indonesia menjadi saling membenci dan terpecah belah, yang justru akan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Dia mengingatkan bahwa setelah Pilpres ini, masih banyak tugas berat yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Indonesia dari berbagai persoalan dan ancaman bangsa. 
Baca Juga:  Mahasiswa UGM Rancang Fondasi Bangunan Tahan Gempa dari Per
“Kini saatnya kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk bekerja sama, bekerja keras dan bekerja cerdas untuk membangun Indonesia,” jelas Hanafi. Ukhuwah Islamiyah demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, lanjut dia, harus kembali ditegakkan di dalam bulan suci Ramadan ini.
Hanafi yang mengaku sebagai generasi muda Partai Amanat Nasional, juga mengajak kepada semua calon pemimpin bangsa, baik yang di lembaga eksekutif maupun di lembaga legislatif, untuk selalu menjaga kebersamaan. 
Baca Juga:  LBH Yogya daftarkan pra peradilan penetapan tersangka mahasiswa Papua
“Kita harus tetap menjaga semangat reformasi untuk menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan, dari kebodohan, dari ketertinggalan, dari dominasi asing, dari segala bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, serta dari potensi konflik dan intoleransi,” kata dia. (mon)