Survei UGM: Pemilih tak Pernah Tagih Janji Caleg Terpilih

Pemaparan hasil Survei 'Perilaku Pemilih dan Linkage Politik'di Ruang Sekip, University Club, UGM, Selasa (21/10). (Mustaqim/kabarkota.com)


SLEMAN (kabarkota.com) – Persoalan politik dinilai kian jauh dari masyarakat. Masyarakat cenderung hanya 'hadir' pada saat pelaksanaan pemiliham umum.

"Masyarakat lebih banyak memilih untuk tidak menagih janji caleg mereka yang terpilih," kata Nur Azizah, anggota tim Survei 'Perilaku Pemilih dan Linkage Politik' Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan hasil surveinya di Ruang Sekip, University Club, UGM, Selasa (21/10).

Prosentasenya, ia menjelaskan, dari 300 responden yang masing-masing 150 reponden dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, yang terdiri dari kelompok difabel (25), kelompok perempuan (25), kelompok buruh (25), dan kelompok umum (75), menunjukkan, 85 persen lebih responden tidak pernah menagih janji kampanye caleg terpilih.

Berbagai alasan menjadi dasar tindakan itu. Alasan itu, kata Nur, diantaranya, lebih penting dengan pekerjaan, tidak tertarik, hingga anggapan kurang kerjaan jika menagih janji. Menurutnya, hasil itu merupakan wujud ironi karena merasa masyarakat merasa tak perlu menagih janji dari politisi yang dipilih. "Temuan ini mempertegas absennya rakyat dalam proses demokrasi pasca pemilu," ujarnya.

Ia menjelaskan, temuan dari survei itu menunjukkan ketidakhadiran pola keterkaitan antara politisi dengan masyarakat. Namun demikian, ajang pemilihan umum 2014, pola pemilih dalam cenderung ke arah rasional. "Responden lebih cenderung memilih berdasarkan visi, misi, maupun ideologi partai ketimbang kedekatan personal," ujarnya.

Nur menambahkan jika hasil survei yang pihaknya lakukan bersama JPP Fisipol UGM tidak bermaksud menggeneralisasikan semua perwakilan kelompok.

Salah satu peserta diskusi, Romi mengatakan bahwa pihaknya tidak sepakat jika pemilihan umum 2014, pemilih cenderung rasional. Menurut Romi, pentas lima tahunan yang terakhir dihelat kemarin banyak terjadi transaksi politik uang, meskipun tindakan itu tidak semua terkuak.

Pendapat serupa disampaikan pengurus Partai Demokrat Kabupaten Magelang, Sapriyo, yang turut hadir dalam forum itu. Ia mengaku tidak sepakat akan hasil survei yang menunjukkan pemilihan umum 2014, pemilih lebih cenderung rasional.

Menurutnya, hasil itu tidak seperti yang ada di lapangan. "Masih banyak pemilih yang mendasarkan pada apa yang diberikan calon (legislatif) saat kempanye," kata Sapriyo.

Pihaknya menyarankan agar akademisi bersama politisi untuk turut hadir dalam masyarakat untuk memberikan pendidikan politik.

AHMAD MUSTAQIM

Baca Juga:  RS Pratama Mangkrak, DPRD akan Panggil Walikota Yogya