Tahun 2035 Penduduk Indonesia Membengkak Jadi 304,9 Juta Jiwa

SLEMAN, (kabarkota.com) Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan meningkat dari 238,5 juta penduduk pada tahun 2010 dan menjadi 304,9 juta pada tahun 2035. Ini berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia tahun 2010-2035.
Menurut aktifis Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Agus Joko Pitoyo, jumlah yang demikian besar akan menimbulkan potensi dan tantangan dalam pembangunan. Potensi didapatkan jika penduduk yang demikian besar memiliki kualitas yang tinggi. 
Baca Juga:  Komnas Perempuan: Tes Keperawanan Ingkari Jaminan Konstitusi
"Jumlah penduduk yang besar menimbulkan ancaman jika tidak mampu dikelola sehingga hanya menjadi beban bagi pembangunan," kata dia dalam Seminar "Proyeksi Penduduk dan Kebutuhan Pangan di Indonesia" di  PSKK UGM pada Kamis (22/5). 
Dia menjelaskan proyeksi merupakan cara penggambaran jumlah penduduk berdasarkan penghitungan tertentu didasarkan pada asumsi komponen yang berdasarkan perhitungan tertentu yang didasarkan pada asumsi komponen yang bekerja di dalamnya meliputi kelahiran, kematian dan migrasi.
Baca Juga:  Kasihan, Warga Lombok jadi "Termakan" Isu Gempa Besar Tanggal 26
Menurut Agus, penduduk dan proyeksinya merupakan gambaran yang peranannya dapat digunakan sebagai penentu kebijakan. "Salah satu  tujuan proyeksi adalah menyediakan data penduduk Indonesia pada periode 2010-2035, untuk kepentingan evaluasi terhadap dinamika penduduk dan perencanaan pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang," ungkap dia.
Sementara itu, Pakar Ekonomi UGM Dr. Jangkung Handoyo Mulyo mengatakan fungsi strategis pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang utama yakni sumber gizi yang pertama dan utama. Pemenuhan pangan merupakan salah satu komponen untuk membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas.
Baca Juga:  Wisata Bencana Picu Longsor Dasyat di Banjarnegara?
"Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka menjadi "malapetaka". Oleh karena itu usaha secara besar-besaran, radikal dan revolusioner seperti kata Soekarno," jelas dia.(jid/rin)