Tak Kunjung Ditemukan, Keluarga Korban Gafatar Mengadu ke Dewan DIY

Audiensi Forum Silaturrahim Keluarga Korban Gafatar dengan anggota dewan di DPRD DIY, Jumat (22/1/2016) siang. (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sudah lebih dari sebulan, keluarga korban yang diduga pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Yogyakarta menanti kepulangan anggota keluarga mereka yang pergi dari rumah dengan dalih akan mencari pekerjaan di luar Jawa. Namun, hingga kini seoalah menghilang tanpa jejak.

Karena itulah, Jumat (22/1/2016) siang, keluarga korban yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Keluarga Korban Gafatar mendatangi kantor DPRD DIY, untuk menyampaikan keluh kesah, serta harapan mereka kepada para wakil rakyat tersebut.

Loading...

Dalam audiensinya, Muhammad Naiem selaku perwakilan dari Forum Silaturrohim Keluarga Korban Gafatar menyampaikan tujuh harapan kepada DPRD agar turut mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat proses pencarian dan pemulangan anggota keluarga mereka. Terlebih, pasca terjadinya peristiwa pembakaran di kamp warga Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat, baru-baru ini.

Menurutnya, jumlah laporan orang hilang yang masuk ke kepolisian khususnya wilayah Polda DIY telah mencapai lebih dari 90 orang. Namun, nama orang yang sesuai dengan laporan tersebut dengan daftar 300an nama pengungsi di Kalimantan yang akan dipulangkan ke DIY baru teridentifikasi lima orang.

“Ini menandakan masih banyak anggota keluarga yang belum kembali dan bisa jadi malah belum melaporkan anggota keluarganya yang hilang ke Polda DIY,” kata Naiem.

Tujuh permintaan keluarga korban itu di antaranya, meminta agar dewan mendorong pemda, dalam hal ini Kepolisian dan pihak terkait untuk lebih pro aktif dalam melakukan pencarian korban yang hingga kini belum terdeteksi keberadaannya. Mereka juga mendesak DPRD supaya segera memanggil para mantan pengurus Gafatar sebagai pihak yang disinyalir juga  turut bertanggung-jawab atas musibah kali ini.

Lebih dari itu, keluarga juga mengusulkan agar pemerintah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus penghilangan orang tersebut, karena bukan tidak mungkin ada indikasi pelanggaran-pelanggaran dari organisasi terlarang tersebut  yang terjadi di balik eksodusnya ribuan orang ke Kalimantan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan semua pihak agar ikut membantu kelancaran proses pemulangan warga dari pengungsian hingga kembali ke keluarganya masing-masing,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto berkomitmen untuk memenuhi harapan keluarga korban.

“Kuncinya, keluarga harus mengayomi terus menerus, dan masyarakat siap menerima,” kata Arif. Mengingat, kondisi psikis para korban umumnya akan sulit dibawa ke kondisi semula.

“Menurut pengakuan keluarga korban yang sudah dipulangkan, mereka kesulitan membangun komunikasi kembali. Mungkin karena belum terbuka mentalnya,” ucapnya. (Rep-03/Ed-03)