Tak Miliki TPA Sampah, Pemkot Yogya Ujicoba Insinerator

Workshop Proklim Kota Yogyakarta Tahun 2020, di kompleks Balaikota, Kamis (20/2/2020). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana mengingatkan bahwa Kota Yogyakarta tak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Karenanya, sampah menjadi persoalan serius di wilayah kota. Pihaknya mencontohkan, ketika Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup beberapa waktu lalu, ada puluhan rit sampah yang tak tertampung. Padahal 1 rit berisi sekitar 4 – 4.5 ton sampah.

Baca Juga:  Cegah Terorisme Terulang, Ini Arahan Presiden untuk Intelijen

Sampah, lanjut Suyana, juga mengakibatkan pencemaran air. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang membuang limbah, termasuk sampah ke sungai. Akibatnya, kadar bakteri e-coli di sungai-sungai kota Yogyakarta sudah jauh melampaui ambang batas.

“Standarnya, batas tertinggi bakteri e-coli di sungai maksimal 5.000 mpn/100 ml,” sebut Suyana dalam Workshop Proklim Kota Yogyakarta Tahun 2020, di kompleks Balaikota, Kamis (20/2/2020).

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi (dok. Kabarkota.com)

Sementara ditemui terpisah, Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan, sejak 2019 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah melakukan ujicoba insinerator di Kecamatan Tegalrejo.

Baca Juga:  Menpan Ijinkan ASN Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

“Kalau itu berhasil, sebenarnya tahun 2020 ini, kami segera wacanakan setiap kelurahan atau paling tidak di beberapa titik sudah bisa melakukan pengolahan sampah secara mandiri,” jelas Heroe.

Hanya saja, imbuh Wawali, saat ini masih dalam proses penyempurnaan alat pembakar sampah sisa pengolahan sampah organik maupun un-organic.

“Sebenarnya insinerator ini (alat) pembakaran tetapi asapnya semakin kecil. Banyak sekali sih tidak, cuma asapnya masih keluar. Jadi itu yang kami coba sempurnakan,” tegasnya

Baca Juga:  Level Kota Layak Anak di Yogya Terganjal Iklan Rokok?

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar bisa meminimalisir pembuangan sampah, dengan melakukan pengelolaan sampah mandiri. Dengan begitu, tak perlu ada tempat pembuangan sampah yang besar di pasar-pasar.

“Sampah organik masih ada pengolahan, untuk pupuk cair maupun kompos. Sedangkan pengolahan sampah un-organic bisa pakai bank sampah… Nah sisanya itu yang kemudian masuk ke insinerator,” tutur Wawali. (Rep-01)