Talud di Tebing Sungai Opak Rusak

Ilustrasi (jogja.co)

SLEMAN (kabarkota.com) – Bupati Sleman, Sri Purnomo mengungkapkan, talud di tebing sungai Opak yang dibangun pemerintah pusat pada tahun 1994 lalu, kini kondisinya telah rusak.

Padahal menurutnya, sungai Opak memiliki peran penting bagi hajat hidup masyarakat Sleman. Mengingat, selain sebagai sumber air bagi berbagai keperluan di sepanjang daerah alirannya, sungai ini juga berfungsi sebagai jalur material vulkanik Gunung Merapi. 

“Sebagai jalur material vulkanik telah dibangun 20 unit Sabo Dam dengan daya tampung material vulkanik sebanyak 20 juta m3. Sedangkan infrastruktur berupa bendung untuk irigasi pertanian telah dibangun sebanyak 853 unit yang dapat mensuplai air dengan luas cakupan hampir mencapai 22 ribu hektar di Kecamatan Ngemplak, Kalasan, Prambanan dan Berbah”, ungkap Sri Purnomo, saat penyerahan bantuan 890 unit Brojong pada Puncak Acara Peringatan Hari Air Sedunia, di Kompleks wisata Taman Candi Prambanan, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Bupati, keutuhan tebing sungai Opak juga menjadi pendukung kelestarian Candi Prambanan. Karenanya, Sri Purnomo berharap, agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat merehabilitasi dan menyempurnakan infrastruktur sumber daya air di sungai Opak dan anak sungai yang berada dalam Komplek Taman Wisata Candi Prambanan.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DIY, Yohanes Wibisono MA, yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa tantangan permasalahan air saat ini cenderung dari pertumbuhan dan perilaku masyarakat.

“Peningkatan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap ketersediaan dan kebersihan air. Eksploitasi secara besar-besaran, alih fungsi lahan, serta perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan permasalahan sosial seperti kekurangan air bersih dan banjir”, ungkap Wibisono seperti dikutip laman Pemkab Sleman..

Sementara, Kepala Dinas SDAEM, Sapto Winarno menyatakan bahwa bantuan bronjong ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka melakukan konservasi tebing  sungai Opak yang melintasi Candi Prambanan. (Rep-03/Ed-03)