Tegak Miras Oplosan, Warga Mlati Sleman Alami Kebutaan

Penjual miras oplosan berinisial P bersama barang bukti yang diamankan Polsek Mlati, Rabu (10/2/2016).(Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) -Warga Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman harus menelan kenyataan pahit, setelah menegak minuman keras oplosan bersama dua orang rekannya, baru-baru ini.

Pria yang berinisial ES itu kini mengalami kebutaan total setelah mengkonsumsi arak yang dicampur dengan minuman berkarbonasi di rumahnya.

Kapolsek Mlati, Yuli Astoni menjelaskan, korban mendapatkan miras dari penjual P, pada 7 Januari 2016 lalu.

Baca Juga:  Ini Terobosan Pemkab Sleman Promosikan Produk UKM hingga ke Mancanegara

“Awalnya korban membeli 1 botol miras, namun karena merasa kurang puas, korban kembali membeli 2 botol lagi. satu botol dioplos dengan minuman berkarbonat, tapi satu botol tidak dicampur,” jelas Yuli di kantornya, Selasa (10/2/2016).

Pagi harinya, imbuh Kapolsek, tiga korban mengeluh sakit dan pandangan matanya kabur. ES sempat diperiksakan ke RS mata dr. Yap Yogyakarta, namun tidak tertolong sehingga mengalami kebutaan permanen. Sementara dua korban lainnya yakni I dan S masih tertolong setelah meminum air kelapa.

Baca Juga:  Basmi DBD di Sleman Libatkan Siswa SD

Setelah diteliti, sebut Yuli, miras tersebut mengandung metanol sekitar 13 persen.

Sementara penjual miras P alias Cemen mengaku hanya mencampur arak yang didapat dari pemasok di Prambanan dengan air mineral untuk mendapatkan keuntungam yang lebih banyak.

“setengah jerigen arak setelah dicampur air mineral menjadi 50-an botol seharga Rp 15 ribu per botol,” ungkapnya.

pria bertato ini telah menjual minuman beralkohol tersebut sejak tiga bulan terakhir. Rata-rata pembelinya, ungkap P dari warga sekitar.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Curhat Pasien

akibat perbuatannya itu, P akan dijerat dengan pasal KUHP dan UU Pangan, dengan ancaman 15 tahun penjara. (Rep-03/Ed-03)