Ternyata Kebakaran Hutan Bisa Menimbulkan Kematian Prematur

JAKARTA – Kasus sengketa informasi yang diajukan oleh seorang warga bernama Citra Hartati melawan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam) memasuki masa-masa persidangan.

Gugatan diajukan Citra karena kementerian ini dianggap sebagai penanggungjawab Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Sementara Kemenkopolhukam tidak mau membuka laporan pelaksanaan inpres tersebut.

Kuasa Hukum Citra Hartati, Adianus Eryan Wisnu Wibowo, dalam persidangan menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan yang melanda Indonesia sejak tahun 2012-2015 turut andil menjadi penyebab 100.000 jiwa mengalami kematian prematur

Data itu mengutip hasil Peneliti Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences (SEAS), Department of Earth and Planetary Sciences, dan T.H. Chan School of Public Health, berkolaborasi dengan Columbia University tentang dampak kebakaran hutan dan lahan, terutama dalam bentuk kabut asap.

Penelitian tersebut, kata Adrianus, menggambarkan dampak terhadap kesehatan manusianya semata. Belum menyentuh aspek lain seperti lingkungan hidup hingga dampak terhadap kegiatan perekonomian. “Apakah fakta ini masih akan dipandang sebelah mata saja?” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Sebelum uraian itu selesai dibacakan, Hendra J. Kede, Ketua Majelis Hakim Komisi Informasi Pusat, langsung minta dokumen penelitian itu diserahkan. Ia menilai informasi tersebut sangat penting.

Independen.id melaporkan, Tim Kuasa Hukum Citra Hartati menyampaikan sejumlah alasan mengapa Kemenkopolhukam perlu membuka laporan terkait pelaksanaan Inpres tersebut ke publik. Karena akhir tahun 2016 dan 2017, pemerintah mengumumkan penurunan jumlah titik api Karhutla yang diklaim sebagai keberhasilan upaya pengendalian Karhutla. Meski setiap awal tahun, udara di Sumatera dan Kalimantan, selalu dirundung asap.

Kebakaran terus berulang. “Apa yang belum maksimal dari upaya pengendalian Karhutla? Apakah benar asumsi bahwa penanganan Karhutla selama ini dilakukan secara biasa-biasa saja, berfokus pada pemadaman dan penanggulangan namun minim upaya pencegahan?” ujar Isna Fatimah, Tim Kuasa Hukum Citra Hartati lainnya. (Ika)

Selengkapnya baca: Kebakaran Hutan Penyebab 100.000 Kematian Prematur