Tim Manor Racing Pengusung Rio Haryanto Gunakan Website Gratisan

Tampilan laman depan website resmi minor racing pengusung Rio Haryanto (dok. kabarkota.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Masuknya nama pembalap indonesia, Rio Haryanto dalam ajang balap Formula One (F1) musim 2016 menjadi pembicaraan hangat, tak hanya di tanah air tetapi juga dunia.

Namun uniknya, pemberitaan yang ramai di tanah air bukan terkait persiapan tim-tim elite seperti Ferrari, Mercedes, atau Renault, melainkan tim Manor Racing yang berbasis di Inggris dan menggandeng Rio Haryanto untuk mengisi satu slot pebalap guna berkompetisi di ajang bergengsi dunia tersebut.

Tim Manor Racing merupakan sebuah tim yang diselamatkan pengusaha asal Irlandia, Stephen Fitzpatrick, pada akhir 2014 silam. Manor semula bernama Marussia Racing, sebelum akhirnya ditebus seorang pengusaha bernama Fitzpatrick dari pengadilan niaga Inggris dengan harga 500 ribu poundsterling.

Fitzpatrick pun mengalirkan dana pribadinya sekitar 30 juta poundsterling dan menempatkan rekannya, Justin King, sebagai pimpinan klub.

Namun, dengan dana hingga puluhan juta poundsterling tersebut, tim Manor justru memiliki tampilan muka situs yang sederhana dengan latar tampak belakang putih yang mengelilingi foto mobil Manor yang dijadikan warna abu-abu.

Situs www.manorf1team.com yang merupakan situs resmi tim manor menggunakan sub-sub domain web, seperti pada laman untuk berita resmi tim (News) dan lowongan kerja (Careers), Manor menggunakan hosting gratis dari situs  WordPress.

Tema untuk sub-sub laman itu pun digunakan yang gratis yakni tema The Minnow. Laman CNNIndonesia.com melansir, penggunaan tema The Minnow ternyata masuk dalam kategori tema gratis.

Laman depan situs resmi Manor F1 yang terlihat sederhana tersebut, terlihat tak jauh beda dengan situs lokal Rumahweb dan di situs internasional, GoDaddy dan Namecheap yang harga domainnya di kisaran Rp100-150 ribu. Bahkan masih kalah menarik dibandingkan web pribadi Rio Haryanto.

Selama ini, Fitzpatrick dikenal sebagai pengusaha asal Irlandia yang membangun perusahaan energi, OVO Energy yang menantang dominasi enam perusahaan energi terbesar di Inggris.

Ia membangun perusahaan jual beli sumber energi itu pada 2009. Perjuangannya membangun Ovoenergy itu telah membuat Fitzpatrick pernah dianugerahi gelar Wirausahawan Terbaik di Inggris pada 2014 silam. Hal itu menjadi bagian dari kepercayaan diri Fitzpatrick untuk membawa Manor bertahan di kompetisi F1.

Fitzpatrick, pengusaha kelahiran 1977, bukannya tak sadar bahwa mengelola tim di ajang balap jet darat itu bukan hal mudah. Ancaman gulung tikar selalu membayangi tim-tim yang mengelontorkan dana besar untuk kompetisi tapi tak punya sokongan dana tetap.

Atas dasar itulah Fitzpatrick tak serta-merta menggelontorkan uang lagi untuk bisnis barunya. Ia juga berjanji untuk mempertahankan anggaran setiap tahun di tingkat 60 juta poundsterling.

Sebagai gambaran, biaya pengembangan, riset, atau suplai mesin untuk tim kecil di Formula 1 bisa mencapai 30 juta poundsterling per musim dan lebih dari 100 juta poundsterling untuk tim-tim besar. Ini belum termasuk biaya untuk berlomba atau membawa dua mobil dari satu negara ke negara lainnya.  

Untuk membiayai Manor, separuh dari anggaran, atau 55 persen, didapatkan Fitzpatrick dari uang hadiah partisipasi dari penyelenggara F1.

Besaran hadiah partisipasi ditentukan posisi akhir masing-masing tim di klasemen. Untuk Manor yang mengakhiri dua musim berturut-turut di peringkat 10 (dari 10 tim) pada 2014 dan 2015, F1 memberikan 30 juta poundsterling per musim.

Mulai musim 2016, F1 akan memiliki 11 tim setelah Haas F1 Team bergabung. Akan tetapi, Haas perlu dua musim untuk membuktikan diri bisa finis di 10 besar sehingga Manor dipastikan akan tetap mendapatkan 30 juta poundsterling hingga 2017.  

Jika Rio Haryanto mampu menyetorkan dana 15 juta poundsterling atau setara 11,5 juta poundsterling, ditambah dengan uang partisipasi, maka Manor mampu menutupi 74 persen biaya operasional mereka di musim baru. (Rep-03/Ed-03)