Tingkatkan Kualitas Layanan, Rumah Sakit Dalam dan Luar Negeri Berkolaborasi

Konferensi pers tentang Asia Medical Week-Indonesian Outreach: “1st International Hospital Capacity Building Forum”, di Yogyakarta, Jumat (22/11/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Berbagai Rumah Sakit (RS) dalam dan luar negeri, khususnya di kawasan Asia melakukan kolaborasi guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut dicetuskan dalam Asia Medical Week-Indonesian Outreach bertajuk “1st International Hospital Capacity Building Forum” yang digelar di Yogyakarta, pada 22 – 23 November 2019.

Ketua Panitia Kegiatan, Rukmono Siswishanto menjelaskan, forum ini memfasilitasi rumah sakit Indonesia dan mancanegara untuk memetakan permasalahan yang ada guna menghasilkan kerjasama yang mampu meningkatkan kapasitas masing-masing rumah sakit.

Baca Juga:  Peringati 21 Tahun Kematian Wartawan Udin, K@MU Desak Jokowi Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta

“Kolaborasi ini mencakup tiga hal utama dalam kemecahkan ketidakseimbangan yang ada, yakni dalam hal SDM, infrastruktur, dan teknologi,” kata Rukmono dalam konferensi pers, di Yogyakarta, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, kolaborasi antarinstitusi ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat, tenaga kesehatan, payer untuk kebutuhan teknologi dan obat-obatan, serta produsen alat dan obat-obatan.

Forum ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito Yogyakarta, serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Direktur Utama (Dirut) RSUP. dr. Sardjito Yogyakarta, Darwito berpendapat bahwa selama ini, ketidakseimbangan (inequality) memang menjadi masalah utama dalam layanan kesehatan di Indonesia.

Baca Juga:  Datangi Kantor ORI DIY, Warga Temon Tolak Pembangunan Bandara NYIA ini Menangis

Ketidakseimbangan yang dimaksud itu, lanjut Darwito, menyangkut akses dan mutu layanan kesehatan sehingga berdampak pada beban yang harus ditanggung masyarakat, tetutama dalam hal layanan kesehatan di rumah sakit.

Oleh karenanya, Darwuto menganggap di era disrupsi seperti sekarang, kolaborasi menjadi baik antar institusi di level nasional maupun internasional menjadi solusi guna peningkatan layanan kepada masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan Zhu Chouwen selaku Vice President of Zhongshan Hospital, affiliated to Fudan University, China.

Chouwen menilai, perkembangan rumah sakit semakin pesat namun ketersediaan SDM masih sangat terbatas. sehingga peningkatan kapasitas menjadi hal yang penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam layanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Orang Dengan Skizofrenia sering Kambuh, Ini Pemicunya

Sementara, Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Mei Neni Sitaresmi berharap, forum kolaborasi ini mampu menghasilkan aturan serta mekanisme sistem dalam hal SDM, infrastruktur, dan teknologi yang dapat diterapkan di rumah sakit, dapat memberikan manfaat kepada stakeholder, peningkatan mutu layanan, serta penyelesaian permasalahan-permasalahan lokal yang lebih cepat. (Rep-01)