Tips ASI tetap Lancar saat Puasa Ramadhan

Sesi konsultasi ibu hamil dalam Ngabuburit ASIk di auditorium JIH Yogyakarta, Minggu (28/6). (Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Puasa di Bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun, bagi sebagian ibu yang tengah menyusui, ada kekhawatiran jika aktivitas puasa akan menurunkan produksi Air Susu Ibu (ASI) untuk anak mereka.

Konselor menyusui dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Yogyakarta, Yuni Novitasari mengatakan bahwa sebenarnya ibu menyusui masih bisa melaksanakan ibadah puasa selama aktivitasnya tersebut tidak berpengaruh pada bayinya.(Baca juga: Pemahaman tentang Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui masih minim)

Baca Juga:  Warga Sidorejo Bantul akan gelar Festival Jagung Bakar

“Sebaiknya lihat reaksi bayi. Kalau bayi menjadi rewel dan diare, maka sebaiknya si ibu tidak berpuasa meski pun secara fisik ia kuat,” kata Yuni kepada kabarkota.com di sela-sela “Ngabuburit ASIk” di auditorium JIH Yogyakarta, Minggu (28/6).

Namun, bagi ibu-ibu menyusui yang tetap ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan, Yuni menyarankan agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, untuk memastikan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.(Baca juga: Ingin Ngabuburit Asik ala Ibu Hamil? Di sini tempatnya)

Baca Juga:  Tips Merancang Keuangan di Usia 20-an

Saat berpuasa, ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi air minum lebih banyak, minimal 8 gelas di malam hari, makan tiga kali saat berbuka, malam sebelum tidur atau setelah tarawih, dan saat sahur. “Yang penting asupan nutrisinya terpenuhi,” ungkap Yuni.

Menurutnya, ketika ibu menyusui berpuasa, maka ada mikronutrien di dalam tubuh yang hilang, sehingga itu berpotensi menyebabkan anak diare atau gelisah sehingga mereka menjadi rewel, ketika zat tersebut tidak tercukupi.

Baca Juga:  Tak KLB Corona, Begini Pendapat Sultan Yogya soal Kebijakan Kuliah Online

SUTRIYATI