Turki Minta 9 Sekolah terkait Gulen Ditutup, Ini Penjelasan Menteri Agama

Ilustrasi: kegiatan belajar-mengajar di sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Jumat (29/7/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pihaknya masih mengkaji keberadaan sekolah-sekolah yang diduga terkat ajaran Ferhullah Gulen di Indonesia. Kajian itu dilakukan, seiring permintaan dari pemerintah Turki untuk menutup sekolah-sekolah tersebut, pasca kudeta yang gagal, baru-baru ini.

“Kami sedang mendalami. Apakah itu kerjasama dengan sekolah atau madrasah. Kalau sekolah tentu di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara kalau yang madrasah-madrasah itu di bawah Kementerian Agama,” Jelas Menag kepada wartawan di Sleman, Jumat (29/7/2016).

Baca Juga:  Sorec UGM Tolak RUU Kebudayaan

Untuk itu, Lukman mengaku, pemerintah belum dapat mengambil langkah kebijakan terkait permintaan tersebut.

Fetullah Gulen merupakan politikus sekaligus ulama Islam dan pebisnis sukses berusia sekitar 75 tahun yang disebut-sebut menjadi dalang kudeta di Turki, baru-baru ini. Gulen juga mendirikan sekolah-sekolah di berbagai Negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, sembilan lembaga pendidikan yang disebut Kedutaan Besar Turki terkait dengan ajaran Gulen, adalah sebagai berikut:

Baca Juga:  Hilmar Farid: Peristiwa 65 Itu Ketakutan yang Dibuat Sendiri

1. Pribadi Bilingual Boarding School di Depok
2. Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung
3. Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan
4. Semesta Bilingual Boarding School di Semarang
5. Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta
6. Sragen Bilingual Boarding School di Sragen
7. Fatih Boy’s School di Aceh
8. Fatih Girl’s School di Aceh
9. Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan. (Rep-03/Ed-03)