UGM Sumbangkan 100 Implan Penyambung Tulang untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Salah satu Peneliti CIMEDs UGM (dok. humas UGM)

SLEMAN (kabarkota.com) – UGM melalui Tim Peneliti Alat Kesehatan yang tergabung dalam group riset Centre for Innovation of Medical Equipment and Devices (CIMEDs) akan menyumbang 100 implan penyambung tulang untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Group Leader CIMEDs) Suyitno menyebutkan, implan yang disumbangkan terdiri dari narrow dynamics compression plate, small plate, broad plate, reconstruction plate, T plate, dan mini plate.

“Harapan kami, bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan implan penyambung tulang untuk korban luka berat gempa tsunami di Palu dan Donggala,” kata dosen Fakultas Teknik Mesin dan Industri UGM ini melalui siaran pers bagian Humas dan Protokol UGM, Rabu (3/10/2018).

Menurut Suyitno, implan ini merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan sejak tahun 2007 lalu, yang didasarkan pada morfometri tulang orang Indonesia dari data hasil pengukuran tulang.

“Ide pengembangan implan ini dilatarbelakangi peristiwa gempa Bantul tahun 2006 yang memakan banyak korban jiwa dan korban luka berat dan ringan. Korban luka berat akibat bencana gempa saat itu lebih dari 70 persen adalah mengalami patah tulang,” imbuhnya.

Pengembangan implan penyambung tulang ini, lanjutnya, mendapatkan dukungan pendanaan dari Dikti dan UGM, melibatkan peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM bekerjasama dengan peneliti dari Bagian ortopaedi dan traumatology RSUP Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM.

Mengingat kebutuhan implant patah tulang sangat banyak dan mendadak pada saat bencana, maka pihaknya juga berharap, ada industri dalam negeri yang siap memenuhi kebutuhan implan saat bencana maupun di luar bencana yang kebutuhannya juga sangat besar. Misalnya, akibat kecelakaan di jalan raya dan di tempat kerja atau pun karena cidera saat melakukan aktifitas sehari-hari.

Implan diserahkan kepada tim dokter bedah ortopedi RSUP Dr Sardjito yang akan dikirim ke Palu pada 4 Oktober 2018 esok.Sedangkan serah terima dilakukan di Lobby Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM, pada Rabu (3/10/2018).

Sementara, tim peneliti yang bekerja dalam group riset CIMEDs yang berpusat di Laboratorium Material DTMI FT UGM, terdiri dari Suyitno selaku ketua group riseti, dan didukung oleh Budi Arifvianto, Urip Agus Salim, Muslim Mahardika, dan Rahadyan Magetsari. Saat ini, tim peneliti tersebut juga sedang mempersiapkan kaki palsu hasil pengembangan group risetnya, untuk disumbangkan. (Ed-03)