Utamakan Bantuan Kemanusiaan, Pemerintah Tak Fasilitasi WNI Berperang ke Jalur Gaza

JAKARTA (kabarkota.com) – Pemerintah Indonesia mengecam serangan Israel di jalur Gaza Palestina, namun tidak menyarankan masyarakat muslim Indonesia ikut angkat senjata melawan agresi Israel tersebut. Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan, pemerintah tidak akan memfasilitasi apabila keinginan ke Palestina itu untuk berperang.
Menurut Joko, kepedulian dan solidaritas masyarakat muslim Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, akan lebih bermanfaat jika diwujudkan dalam bentuk kemanusiaan, bukan bantuan perlawanan bersenjata.
"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyerukan gencatan senjata dilakukan sekarang juga untuk menghentikan serangan brutal terhadap warga sipil," tegas Joko seperti dirilis Sekretariat Kabinet RI, Jumat (1/8).
Baca Juga:  Sistem ini Dianggap Membuka Celah Lebar Politik Uang dalam Pemilu
Menurut dia, Indonesia juga secara konsisten dan tegas mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi keinginan sebagian masyarakat muslim di tanah air, yang ingin membantu warga Palestina dengan mengangkat senjata melawan agresi Israel di Jalur Gaza.
Sehari sebelumnya, Presiden SBY menyatakan telah menulis surat terbuka kepada para pemimpin dunia terkait tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Dalam surat tersebut, Presiden SBY menyampaikan keprihatinanannya karena melalui tayangan televisi nasional dan internasional, hampir setiap menit, masyarakat dunia menyaksikan jatuhnya korban jiwa di Gaza akibat kekerasan dan aksi-aksi militer yang tengah berkecamuk.
Baca Juga:  Fatwa MUI soal Corona, Ini Masjid di Yogya yang Gelar Salat Jumat dan Tidak
“Hampir semua yang tewas dan yang Iuka-Iuka adalah mereka yang tidak berdosa, tidak berdaya dan tidak bisa menyelamatkan diri dari desingan peluru dan bom-bom maut pencabut nyawa,” tulis presiden RI dalam suratnya.
Menurut Kepala Negara, isak tangis ibu-ibu yang kehilangan putra-putrinya, serta jeritan anak-anak yang tiba-tiba kehilangan orang tuanya, sungguh menusuk relung hati dirinya yang paling dalam. 
“Saya yakin, siapapun dan bangsa mana pun hampir pasti akan mengalami kesedihan dan kepiluan yang sama menyaksikan tragedi kemanusiaan yang tak terperikan itu,” ujar SBY.
Oleh karena itu, dari Jakarta, Presiden SBY mengaku meneriakkan seruan moral kepada seluruh bangsa di dunia, utamanya para pemimpin dunia, dan kepada pemimpin Israel dan Hamas, untuk segera menghentikan kekerasan dan tragedi di kawasan itu.
Baca Juga:  20 Persen Produk Jamu di Indonesia Ilegal
“Dengan seruan ini saya berharap para pemimpin dunia segera mengambil tanggung jawab bersama dan benar-benar bisa melakukan atau ‘memaksakan’ gencatan senjata dan mengakhiri operasi-operasi militer yang nampaknya makin tidak pandang bulu,” seru SBY. Gencatan senjata itu, kata SBY, mesti dilaksanakan sekarang. Bukan besok, apalagi lusa. (bay)