Walhi Yogya Susun Konsep Tandingan untuk Kawasan Rawan Bencana Merapi

Direktur Walhi Yogyakarta, Halik Sandera (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Selama ini, Kawasan Rawan Bencana 3 di lereng Merapi masih dihuni sebagian warga yang enggan direlokasi, meski pun Pemda getol ingin menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan lindung.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta yang mendampingi warga tiga dusun di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY menganggap, pentingnya pembangunan infrastruktur di wilayah yang masuk dalam KLB 3 itu. Terlebih, akses jalan di lokasi tersebut yang rusak parah akibat aktivitas penambangan pasir liar selama ini.

Baca Juga:  Peduli Gempa Lombok, Siswa Madrasah Muallimin Yogya Galang Donasi di Jalan

“Relokasi bukan solusi utama sehingga yang penting bagaimana mitigasi bencana di kalangan warga, serta pembatasan pertumbuhan pemukiman,” kata Halik Sandera, Direktur Walhi Yogyakarta kepada wartawan, di kantornya, Jumat (19/2/2016).

Mengingat, lanjut Halik, selama ini pemerintah berusaha merelokasi warga di KRB 3 hanya dengan menggunakan aspek kebencanaan saja, tanpa melihat pada aspek sosialnya.

Menurutnya, saat ini, pihaknya bersama masyarakat juga tengah menyusun konsep tanding dari pemerintah tersebut, dengan hidup selaras dalam ancaman. Sebab, relokasi bukan solusi utama ketika lokasi yang akan ditempati untuk pemindahan pemukiman mereka merupakan lahan produktif. (Rep-03/Ed-03)

Baca Juga:  ORI DIY Akan Kaji Dokumen Perizinan Apartemen Uttara