Wapres Harapkan Seni untuk Kemanusiaan

BANTUL (kabarkota.com) – Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono berharap agar seni tidak sekedar seni tapi juga untuk kemanusiaan. Harapan itu disampaikan wapres, saat mengunjungi Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) Yogyakarta, Kamis (10/7).
"NKRI secara politik sudah ada sejak lama. Saya berharap, seni dapat menjembatani terwujudnya budaya yang juga  memberikan kontribusi untuk NKRI, walau pun tidak kasat mata," kata Boediono.
Hal itu, sambung wapres, dapat direalisasikan dengan merajut budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia menjadi budaya nasional, tanpa harus meleburnya.
Baca Juga:  Cegah Rusuh di Jakarta Merembet ke Daerah, Ini yang Semestinya Dilakukan
Ia mencontohkan, Tari Gema Nusantara yang karya Djaduk Ferianto yang juga dipentaskan guna menyambut kedatangan wapres di padepokan tersebut.
Di dunia pendidikan, sambung dia, selama ini pendidikan secara akademik yang baik belum terintegrasi dengan etika dan estetika. Padahal sebenarnya, jika itu terintegrasi, maka dapat memberikan sumbangan untuk melanjutkan eksistensi republik ini, melalui kreativitas mereka.
Senada dengan wapres, pengelola PSBK, Butet Kertarajasa menegaskan bahwa padepokan ini dibangun bukan untuk mencetak seniman.
Baca Juga:  Faisal Basri Tuding Pemerintahan SBY Awali Rusaknya Tata Kelola Sektor Migas
"Kesenian adalah faktor perantara untuk pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan," kata Butet kepada wartawan.
Bahkan pihaknya juga berharap padepokan ini juga dimanfaatkan oleh para guru yang membenci seni, sehingga mereka menyadari ada kekuatan seni yang berdaya guna mendukung pengabdian mereka.
"Kami berharap dari sini lahir guru-guru yang kreatif," tambah dia lagi.
Lebih lanjut Butet juga menaruh harapan besar kepada pemerintah agar lebih memberikan perhatian di bidang kebudayaan. (mon/tri)
Baca Juga:  PP Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pembatalan Judicial Review UU Tax Amnesty