Warga Terdampak Bandara di Kulon Progo Inginkan Relokasi Gratis

Ilustrasi (sutriyati/kabarkota.com)

KULON PROGO (kabarkota.com) – Rencana pembangunan bandara baru di Kulon Progo mengundang kegelisahan bagi sebagian warga di wilayah tersebut yang akan terdampak langsung. Pasalnya, pemukiman mereka terkena relokasi. Sementara, bagi sebagian warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, pemindahan lokasi tersebut bisa memicu persoalan baru.

Karenanya, sekitar 15 warga Dusun Bapangan dan Kepek, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY yang mayoritas perempuan, baru-baru ini menemui Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo ruang kerjanya.

Loading...

“Masyarakat bingung mengenai relokasi ini sehingga kami bawa untuk menghadap Bupati. Kami juga belum tahu akan bekerja sebagai apakah ibu-ibu nantinya? mengingat pendidikan yang relatif rendah,” kata Udiyono selaku wakil warga, seperti dikutip laman Pemkab Kulon Progo.

Pada kesempatan tersebut, warga yang bertemu langsung dengan Bupati dan didampingi oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Arif Sudarmanto mencurahkan hati mereka terkait nasib dan kecemasan jika tergusur bandara.

Dengan kondisi sebagai keluarga miskin dan belum tentu mampu membeli lahan relokasi, kata Udiyono, warga berharap agar mendapat relokasi gratis di tanah kas desa, bukan di PAG dengan status magersari.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulon Progo menjelaskan bahwa sebelumnya telah dibagikan kuisioner dari Dinas Sosial Pemkab Kulon Progo guna mengetahui bakat dan minat warga dampak bandara yang dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan. Tujuannya, agar masyarakat dapat mengembangkan usaha ekonomi terkait akan adanya pembangunan bandara.

Sementara terkait tanah relokasi, Hasto mengaku, pihaknya memang baru bisa melakukan relokasi di lahan PAG, dengan status magersari. Meski demikian, Bupati berjanji akan mengupayakan adanya bedah rumah. (Rep-03/Ed-03)